Tasikzone.com – Dalam upaya memperkuat pengelolaan sampah di Kota Tasikmalaya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Universitas Mayasari Bakti menjalin kolaborasi strategis guna menekan volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Program ini selaras dengan salah satu dari tujuh program prioritas Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, yakni “Tasik Resik”, yang menargetkan pengurangan signifikan timbulan sampah.
Pemerintah memproyeksikan pada tahun 2029 hanya sekitar 30 persen sampah yang berakhir di TPA, sementara sisanya dapat dikelola di tingkat sumber dan wilayah.
Kolaborasi tersebut menitikberatkan pada edukasi masyarakat, penguatan sistem pengelolaan berbasis kewilayahan, serta optimalisasi fasilitas pengolahan sampah. Dalam rapat koordinasi yang digelar, sejumlah langkah strategis disepakati sebagai tindak lanjut program.
Seperti yang disampaikan Ukim Sumantri Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya, ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Kolaborasi ini bukan hanya soal teknis pengelolaan, tetapi bagaimana membangun kesadaran kolektif masyarakat. Perubahan perilaku dalam memilah dan mengelola sampah dari sumbernya menjadi faktor utama keberhasilan program ini,” ujarnya. Selasa (28/04/2026)
Ia menambahkan, pendekatan berbasis edukasi dan pemberdayaan masyarakat dinilai lebih efektif dalam jangka panjang dibandingkan sekadar penanganan di hilir.
Beberapa program yang disiapkan di antaranya, KKN Edukasi Persampahan
Mahasiswa Universitas Mayasari Bakti akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mulai 20 Juni 2026 dengan fokus pada edukasi pengelolaan sampah, khususnya di wilayah yang masih terdapat Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar.
“Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah sejak dari sumbernya,” ucapnya
Sebelum pelaksanaan KKN, akan dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pihak universitas dan pemerintah kota. Langkah ini bertujuan untuk memastikan dukungan kebijakan serta sinergi lintas sektor berjalan optimal.
Selain itu, ada Program Pengembangan TPS3R Cihideung Tawang
Lokasi TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) di kawasan Cihideung Tawang akan segera disurvei sebagai tahap awal pengembangan.
Hasil survei tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan perencanaan hingga tahap implementasi.
Ukim menekankan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat di tingkat kelurahan dan kecamatan.
“Kami mendorong agar setiap wilayah memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri yang terintegrasi, sehingga beban TPA dapat ditekan secara bertahap,” katanya.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis partisipasi masyarakat.
Upaya tersebut juga menjadi langkah konkret dalam mendukung target pengurangan sampah nasional sekaligus menciptakan lingkungan Kota Tasikmalaya yang lebih bersih dan sehat sesuai dengan program Tasik Resik. (***)
Tasik Zone Kreativitas Muda Untuk Indonesia