Tasikzone.com – Tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 digelar di Aula Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Senin (27/04/2026). Kegiatan berlangsung khidmat, namun di balik peringatan tersebut, persoalan serius terkait overkapasitas hunian masih menjadi sorotan.
Pelaksana Harian Kepala Lapas, Yadi Suryaman, mengungkapkan bahwa jumlah warga binaan saat ini telah jauh melampaui kapasitas ideal. Dari daya tampung hanya 88 orang, kini lapas dihuni sebanyak 462 warga binaan.
“Dengan kondisi ini, satu kamar terpaksa diisi hingga lebih dari lima orang. Jika tidak segera dilakukan pemindahan, jumlahnya bisa menembus 1.000 orang. Ini jelas tidak manusiawi dan berpotensi melanggar hak asasi manusia,” ujarnya.
Lapas yang memiliki 24 kamar, termasuk satu blok khusus perempuan, saat ini menampung warga binaan dari dua wilayah, yakni Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Mayoritas penghuni berasal dari wilayah kabupaten dengan jumlah sekitar 280 orang.
Sebagai langkah penanganan sementara, pihak lapas telah melakukan pemindahan sebagian narapidana ke sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) lapas terdekat. Namun, upaya tersebut dinilai belum menyelesaikan persoalan secara menyeluruh, melainkan hanya mengurangi beban sementara.
Yadi menambahkan, hingga kini belum ada kepastian terkait penyediaan lahan untuk pembangunan lapas baru. Pihaknya masih mengandalkan dukungan dan sinergi dari pemerintah daerah, baik Pemerintah Kota maupun Kabupaten Tasikmalaya.
“Kami akan terus berupaya menjalin komunikasi, termasuk dengan pemerintah kota yang baru, agar ada solusi jangka panjang terkait relokasi,” katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, turut mengakui kondisi overkapasitas yang terjadi. Ia menilai situasi tersebut sudah melampaui batas kelayakan hunian.
“Seharusnya diisi 88 orang, namun saat ini mencapai ratusan. Ini bukan lagi sekadar persoalan kenyamanan, tetapi sudah menyangkut kelayakan hidup,” ujarnya.
Meski demikian, Diky tetap mengapresiasi berbagai program pembinaan yang dijalankan di dalam lapas. Ia menilai konsep pemasyarakatan yang menitikberatkan pada pembinaan mulai menunjukkan hasil, terlihat dari berbagai produk karya warga binaan serta kerja sama dengan sektor usaha, termasuk perhotelan.
Terkait solusi jangka panjang, Pemerintah Kota Tasikmalaya membuka peluang pembangunan lapas baru atau relokasi. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah pemanfaatan lahan milik pemerintah di kawasan Tamansari.
Namun demikian, hingga saat ini belum ada keputusan final terkait langkah tersebut, sementara persoalan overkapasitas masih menjadi tantangan utama dalam pengelolaan lapas di Tasikmalaya. (***)
Tasik Zone Kreativitas Muda Untuk Indonesia