Home / Opini / Takwa Itu Keren: Wujud Dasa Darma Pertama Di Era Gen Z
IMG_20260515_192403

Takwa Itu Keren: Wujud Dasa Darma Pertama Di Era Gen Z

Oleh : Rifyal Luthfi MR

Tasikzone.com – Implementasi atau penerapan dasa darma yang paling fundamental adalah bahwa seorang anggota pramuka senantiasa harus membiasakan konsisten untuk selalu beribadah, mengingat, dan menjalankan perintah Tuhan Yang Maha Esa. kemudian menjauhi larangan-Nya.

Kita telah memahami bahwa kata “taqwa” berasal dari bahasa Arab. Maknanya sudah dianggap maklum oleh para pengucap dan pendengarnya, meski senyatanya mereka belum tentu paham dengan baik dan benar.
Secara bahasa, kata ” taqwa/ التقوى ” berarti sedikit bicara atau berarti sekat penghalang di antara dua sesuatu. Sedangkan pengertian “taqwa” menurut istilah adalah:
إمتثال أمر الله واجتناب نواهيه
“Melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya.”

Firman Allah Swt:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ هَمَّ قَوْمٌ اَنْ يَّبْسُطُوْٓا اِلَيْكُمْ اَيْدِيَهُمْ فَكَفَّ اَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗوَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ ࣖ ࣖ
“Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah nikmat Allah (yang dianugerahkan) kepadamu ketika suatu kaum bermaksud hendak menyerangmu dengan tangannya, lalu Dia menahan tangan (mencegah) mereka dari kamu. Bertakwalah kepada Allah dan hanya kepada Allahlah hendaknya orang-orang mukmin itu bertawakal.” (Qs. Al Maidah:11)

Untuk lebih memudahkan pemahaman tentang pengertian/makna dari kata “taqwa” yang seringkali diucapkan namun relatif kurang dipahami, berikut ini saya uraikan dengan menyebut sebagian contohnya: “Di antara perintah-perintah Allah adalah ikhlas, sabar, ridla, zuhud, qana’ah, tawakkal, bersyukur kepada pemberi nikmat (Allah), nasehat, mencintai ahli ilmu (alim ulama) dan mempelajari ilmu agama.” Dan “Di antara larangan-larangan Allah adalah dendam, iri dengki, berbuat zalim, marah bukan karena Allah, penipuan, kemunafikan, tipu muslihat, sombong dan mengagumi diri sendiri.”
Orang yang bertaqwa terdiri dari tiga peringkat sebagai berikut:

Pertama, menjaga diri dari azab yang selamanya dengan cara membebaskan diri dari perbuatan syirik (menyekutukan Allah),
sebagaimana firman Allah Swt. :

اِذْ جَعَلَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِيْ قُلُوْبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ فَاَنْزَلَ اللّٰهُ سَكِيْنَتَهٗ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَعَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَاَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ التَّقْوٰى وَكَانُوْٓا اَحَقَّ بِهَا وَاَهْلَهَا ۗوَكَانَ اللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا ࣖ

BACA JUGA   Kesempurnaan Yang Tersembunyi

“(Kami akan mengazab) orang-orang yang kufur ketika mereka menanamkan kesombongan dalam hati mereka, (yaitu) kesombongan jahiliah, lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan orang-orang mukmin. (Allah) menetapkan pula untuk mereka kalimat takwa. Mereka lebih berhak atas kalimat itu dan patut memilikinya. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al Fath: 26)

Kedua, menjauh dari setiap perbuatan dosa, baik melakukan suatu perbuatan yang dilarang, seperti dosa-dosa kecil atau meninggalkan apa yang diperintahkan. Inilah yang dikenal sebagai taqwa menurut syara’. Dan inilah yang relevan dengan firman Allah,

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

“Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami). Maka, Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan.” (Qs. Al `Araf: 96)

Ketiga, mengosongkan hati dari segala sesuatu yang menyibukkan dirinya dari selain Yang Maha Benar/al-Haqq (Allah swt). Inilah ketakwaan hakiki yang dituntut dalam firman Allah,

يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله
“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kalian kepada Allah.. (Qs. Al imron 102).”

Di era digital sekarang, takwa bukan hanya ibadah rutinitas saja, tetapi juga bagaimana seseorang bersikap baik di kehidupan nyata maupun di media sosial. Generasi Z dapat mewujudkan Dasa Darma pertama dengan tetap menjaga nilai agama, menghormati orang lain, berkata sopan di internet, serta menggunakan teknologi untuk hal positif.
Pramuka Gen Z yang bertakwa bukan hanya terlihat dari penampilannya, tetapi dari sikapnya: jujur, tidak menyebar kebencian, tidak ikut bullying, peduli sesama, dan tetap ingat kepada Tuhan di tengah kesibukan dunia digital.
Takwa di zaman sekarang berarti mampu menjadi pribadi yang keren, cerdas, dan berakhlak baik sekaligus. Karena Pramuka sejati bukan hanya aktif di lapangan, tetapi juga mampu menjaga hati, perilaku, dan tanggung jawab di mana pun berada.

Hasbunallah wani`mal wakil

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *