Tasikzone.com — Aktivis BEM Nusantara Jawa Barat, Yusa Anwarun Naja, menyerahkan naskah akademik kepada kapolres Tasikmalaya Kota dalam acara Silaturahmi Kamtibmas Kapolres Tasikmalaya Kota.
Penyerahan naskah akademik tersebut dilakukan sebagai bentuk kontribusi pemikiran dari kalangan mahasiswa dalam mendorong penguatan pendekatan kepolisian yang lebih humanis, adaptif, dan terbuka terhadap ruang dialog demokrasi bersama masyarakat, khususnya generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, Yusa Anwarun Naja menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki posisi penting sebagai mitra kritis dalam kehidupan demokrasi. Oleh karena itu, hubungan antara kepolisian dan mahasiswa perlu dibangun melalui komunikasi yang sehat, terbuka, dan dialogis.
“Kritik bukan bentuk kebencian terhadap institusi, melainkan bagian dari kontrol sosial dan tanggung jawab moral generasi muda dalam menjaga demokrasi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan komunikasi antara institusi kepolisian dan mahasiswa di Kota Tasikmalaya. Menurutnya, pendekatan yang humanis dan adaptif sangat diperlukan untuk membangun kepercayaan publik serta menciptakan hubungan yang harmonis antara aparat dan masyarakat sipil
.
“Kami berharap kepolisian hari ini tidak hanya hadir sebagai institusi keamanan, tetapi juga mampu menjadi mitra dialog bagi generasi muda. Sebab tantangan global ke depan membutuhkan kolaborasi, bukan sekadar pendekatan keamanan semata,” tambah Yusa.
Selain itu, Yusa menilai bahwa generasi muda harus tetap menjaga keberanian menyampaikan aspirasi di ruang publik sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.
“Media sosial memang penting di era digital hari ini, tetapi ruang publik dan gerakan sosial secara langsung juga tetap memiliki nilai demokratis yang tidak bisa dihilangkan,” katanya.
Naskah akademik yang diserahkan memuat sejumlah pandangan dan rekomendasi terkait penguatan pendekatan persuasif dalam pengamanan penyampaian pendapat di muka umum, peningkatan ruang dialog dengan mahasiswa, serta pentingnya keterbukaan institusi dalam menghadapi kritik publik.
Melalui langkah tersebut, diharapkan tercipta sinergi yang lebih baik antara kepolisian dan generasi muda dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkuat nilai-nilai demokrasi di tengah tantangan global yang terus berkembang. (***)
Tasik Zone Kreativitas Muda Untuk Indonesia