Home / Pendidikan / FKIP EDU Jadi Sarana Mahasiswa Terapkan Ilmu Sekaligus Mengabdi kepada Masyarakat
IMG_20260511_165806

FKIP EDU Jadi Sarana Mahasiswa Terapkan Ilmu Sekaligus Mengabdi kepada Masyarakat

Tasikzone.com – Program FKIP EDU (Eksplorasi Edukasi) merupakan salah satu kegiatan akademik yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa Program Sarjana Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Program ini bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan pedagogik, andragogi, serta kemampuan profesional di bidang pendidikan, baik pada satuan pendidikan formal maupun nonformal.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik nyata di lapangan, sekaligus membentuk karakter profesional sebagai pendidik maupun fasilitator pemberdayaan masyarakat.

Pada umumnya, mahasiswa FKIP melaksanakan program FKIP EDU di lembaga pendidikan formal seperti sekolah. Namun, bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat, kegiatan ini dilaksanakan pada lembaga pendidikan nonformal yang relevan dengan bidang konsentrasi yang dipelajari.

Dalam pelaksanaannya, kelompok yang terdiri dari Andri Martianto, Ghaitsa Tsuraya, Ai Delis Nurbaeti, Alma Alzahra Aripin, Tarish Zakiyah, dan Fidya Zahra Aurelia menjalankan program di bidang Keluarga Berencana, Ketahanan, dan Kesejahteraan Keluarga (KBKKK) dengan fokus utama pada isu pencegahan stunting.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Jalatrang, Kabupaten Ciamis. Desa ini dikenal sebagai desa wisata yang telah meraih berbagai penghargaan, dengan mayoritas masyarakat bermata pencaharian di sektor pertanian, perdagangan kecil, serta pekerjaan informal lainnya.

Kehidupan sosial masyarakat masih sangat kental dengan nilai kebersamaan yang tercermin melalui berbagai aktivitas kemasyarakatan, seperti posyandu, pengajian, dan pertemuan warga.

IMG_20260511_164528

Dari sisi kesehatan, Desa Jalatrang memiliki potensi yang cukup baik melalui keberadaan posyandu, tenaga kesehatan, kader, serta program pendampingan keluarga yang aktif berjalan. Adapun sasaran utama kegiatan ini meliputi kelompok 3B (Balita, Ibu Hamil, dan Ibu Baduta) serta remaja usia sekolah.

Sebagai bentuk implementasi program, kelompok mahasiswa menyusun tiga kegiatan utama, yaitu BIKAR, PEKERTI, dan SIGAP.

Program pertama, BIKAR (Bina Keluarga Berkualitas), dilaksanakan melalui kegiatan penyuluhan mengenai pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Posyandu Tunas Mekar 2 serta penyuluhan parenting ayah di Kampung Bungur.

BACA JUGA   Rektor INU Tasikmalaya Resmi Dilantik

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada Kamis, 2 April 2026 di posyandu dan Jumat, 3 April 2026 di Kampung Bungur. Melalui program ini, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya pola asuh, pemenuhan gizi, serta peran orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak guna mencegah stunting sejak dini.

Program kedua, PEKERTI (Penghargaan Keluarga Bebas Stunting), merupakan kegiatan pemberian apresiasi kepada keluarga yang dinilai berhasil menerapkan pola hidup sehat dan menjaga keluarganya bebas dari stunting. Sebelum penentuan penerima penghargaan, mahasiswa bersama Tim Pendamping Keluarga (TPK) melakukan proses pendataan dan kunjungan langsung ke rumah warga untuk melihat kondisi lingkungan, sanitasi, serta pola hidup keluarga.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 4 April 2026 di Kampung Bungur. Bentuk penghargaan yang diberikan berupa sertifikat dan figura berisi foto keluarga penerima apresiasi yang dipajang di posyandu sebagai motivasi bagi masyarakat lainnya.

Sementara itu, program ketiga yaitu SIGAP (Siap Generasi Anti Pernikahan Dini), merupakan kegiatan penyuluhan yang ditujukan kepada remaja usia 10–18 tahun. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan PIK-R Lentera dan berisi pematerian, sesi tanya jawab, Focus Group Discussion (FGD), serta dokumentasi bersama. Program SIGAP berlangsung pada Sabtu, 11 April 2026 di Kampung Bungur. Melalui kegiatan ini, para remaja diberikan edukasi mengenai dampak pernikahan dini, pentingnya perencanaan masa depan, serta upaya membangun generasi yang sehat dan berkualitas.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang bermakna, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Kehadiran program FKIP EDU di Desa Jalatrang menjadi salah satu bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran mengenai pencegahan stunting serta pentingnya edukasi bagi generasi muda. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *