Tasikzone.com – Kopi Bunar asal Kampung Bunihurip, Kecamatan Pageurageung, Kabupaten Tasikmalaya, terus menunjukkan perkembangan positif hingga mampu menembus pasar internasional. Produk kopi unggulan tersebut kini mulai dikenal di Jepang dan menjadi salah satu komoditas andalan Kabupaten Tasikmalaya di sektor perkebunan sekaligus ekonomi kreatif.
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menyebut keberhasilan Kopi Bunar lahir dari konsistensi serta kerja keras masyarakat Kampung Bunihurip dalam mengembangkan usaha kopi secara mandiri dan terorganisir. Hampir seluruh warga di kampung tersebut diketahui terlibat dalam proses budidaya, pengolahan hingga pemasaran kopi.
Menurut Asep, pencapaian tersebut membuktikan bahwa wilayah pedesaan juga memiliki potensi besar untuk menghasilkan produk berkualitas yang mampu bersaing di pasar global.
“Tidak ada yang menyangka dari sebuah kampung kecil bisa lahir sejarah besar bagi kopi nusantara. Masyarakat Bunar telah membuktikan bahwa keterbatasan wilayah bukan halangan untuk menciptakan prestasi hingga dikenal dunia,” ujarnya.
Ia mengapresiasi komitmen masyarakat dalam menjaga mutu serta mengembangkan produk kopi lokal. Saat ini, Kopi Bunar tidak hanya diminati pasar domestik, tetapi juga mulai mendapat perhatian dari pasar internasional, khususnya Jepang.
Selain telah dipasarkan ke Jepang, permintaan Kopi Bunar dari berbagai daerah di Indonesia juga terus mengalami peningkatan. Pengelola kopi bahkan tengah membuka peluang ekspor ke sejumlah negara lain guna memperluas jaringan pemasaran internasional.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, kata Asep, berkomitmen mendukung pengembangan Kopi Bunar melalui berbagai program strategis. Salah satunya dengan mendorong sertifikasi produk agar kualitas dan legalitas kopi semakin diakui di pasar global.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan memperkuat infrastruktur penunjang produksi, mulai dari pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT), perbaikan akses jalan menuju sentra kopi, hingga bantuan alat pengolahan bagi para petani dan pelaku usaha kopi.
“Pemerintah akan terus hadir mendukung perkembangan Kopi Bunar agar semakin maju dan mampu bersaing di pasar dunia,” katanya.
Asep menilai, perkembangan Kopi Bunar telah memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat sekitar. Kehadiran kopi unggulan tersebut mampu mendorong tumbuhnya usaha mandiri sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani kopi.
Ia menjelaskan, peningkatan kualitas produksi dan pemasaran membuat nilai jual Kopi Bunar mengalami kenaikan signifikan dibanding beberapa tahun lalu.
“Dulu harga kopi masih di bawah Rp2.000 per kilogram, sekarang sudah menembus lebih dari Rp10 ribu. Itu menunjukkan kualitas dan sistem pemasaran kopi semakin baik,” ungkapnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga berencana mengembangkan kawasan Kopi Bunar menjadi destinasi agrowisata berbasis perkebunan kopi. Program tersebut diharapkan mampu menarik wisatawan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat berbasis pertanian.
Menariknya, pihak Jepang dikabarkan mulai tertarik mempelajari sistem budidaya hingga proses pengolahan Kopi Bunar yang dinilai memiliki karakter dan cita rasa khas sebagai salah satu kopi unggulan asal Tasikmalaya. (***)
Tasik Zone Kreativitas Muda Untuk Indonesia