Home / Olahraga / Cabor Terancam Gagal Berangkat Ke Porprov, Viman–Diky Kompak Lempar Bola ke KONI
IMG_20260504_090238

Cabor Terancam Gagal Berangkat Ke Porprov, Viman–Diky Kompak Lempar Bola ke KONI

Tasikzone.com — Menanggapi kabar adanya sejumlah cabang olahraga (cabor) yang terancam gagal berangkat ke Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat yang akan digelar November mendatang, Pemerintah Kota Tasikmalaya menegaskan bahwa seluruh keputusan teknis diserahkan kepada KONI Kota Tasikmalaya.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menyampaikan bahwa pihaknya tidak melakukan intervensi terhadap penentuan cabor yang akan diberangkatkan, meskipun beberapa di antaranya telah lolos Babak Kualifikasi (BK).

“Itu semua kebijakan dari KONI. Saya rasa KONI punya kriteria dan kesepakatan dengan masing-masing cabor, mana yang berangkat dan mana yang tidak. Pemerintah kota pada prinsipnya mendorong dan mendukung apa yang bisa dilakukan oleh KONI,” ujar Viman kepada wartawan.

Menurutnya, keputusan tersebut hasil dari pemetaan potensi prestasi yang dilakukan oleh KONI. Hal ini berkaitan dengan target yang ingin dicapai Kota Tasikmalaya pada ajang Porprov tahun ini.

“Mungkin ada pertimbangan dan kesepakatan antara KONI dan cabor, termasuk target-target yang dibuat. Secara pribadi, saya menargetkan Kota Tasikmalaya bisa masuk 15 besar, dari sebelumnya di peringkat 23. Tentu KONI memiliki strategi tersendiri untuk mencapai itu,” jelasnya.

Viman juga menegaskan bahwa apabila ada cabor yang tetap ingin berangkat secara mandiri, pemerintah tetap membuka ruang dukungan.

“Kalau ada cabor yang berangkat mandiri, tidak jadi masalah. Tetap akan didukung, baik oleh KONI maupun pemerintah. Namun untuk keputusan berangkat atau tidak, itu merupakan kesepakatan antara KONI dan cabor,” tambahnya.

BACA JUGA   26 Cabor Lolos BK, KONI Tasikmalaya Bidik Lompatan Prestasi di Porprov 2026

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, menyampaikan hal senada. Ia menegaskan bahwa unsur pimpinan daerah telah mempercayakan sepenuhnya pengelolaan teknis kepada KONI dan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar).

“Di unsur pimpinan, kami mempercayakan kepada KONI dan Disporabudpar untuk mengatur semuanya. Strategi dan teknis kami serahkan kepada dinas dan KONI,” kata Diky.

Ia juga menyoroti kondisi efisiensi anggaran yang saat ini terjadi secara luas, tidak hanya di daerah tetapi juga secara nasional. Meski demikian, menurutnya, komunikasi dan koordinasi menjadi kunci agar pembinaan olahraga tetap berjalan optimal.

“Hampir seluruh Indonesia terdampak efisiensi. Tinggal bagaimana kita menjaga komunikasi dan strategi agar semuanya bisa berjalan tanpa harus menyakiti pihak manapun,” ujarnya.

Diky membuka peluang adanya solusi alternatif, termasuk skema pembiayaan mandiri yang dapat dikomunikasikan bersama KONI dan Disporabudpar.

“Kalau memang ada kemampuan atau skema mandiri, itu bisa dibicarakan. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, perlu kolaborasi semua pihak untuk membangun Kota Tasikmalaya,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Cabang Olahraga Voli dikabarkan tidak akan diberangkatkan oleh KONI Kota Tasikmalaya dengan alasan Klasik, keterbatasan anggaran. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *