Home / Kab. Tasikmalaya / Skema Tanpa Aliran Dana ke Pemda, PT SMI Biayai Perbaikan Jalan Di Kabupaten Tasikmalaya
Foto : SC Akun IG @Cecepnurulyakin77
Foto : SC Akun IG @Cecepnurulyakin77

Skema Tanpa Aliran Dana ke Pemda, PT SMI Biayai Perbaikan Jalan Di Kabupaten Tasikmalaya

Tasikzone.com – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi menjalin kerja sama pembiayaan dengan PT Sarana Multi Infrastruktur untuk memperbaiki 63 kilometer ruas jalan yang mengalami kerusakan. Kesepakatan pinjaman senilai Rp. 230,25 miliar tersebut ditandatangani di Pendopo Baru, Kamis (30/4/2026).

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menyatakan langkah ini menjadi solusi atas keterbatasan anggaran daerah setelah adanya rasionalisasi transfer ke daerah sebesar Rp312 miliar.

Ia menyebut, kebutuhan perbaikan jalan cukup besar, sementara kemampuan fiskal daerah terbatas. “Di tengah kondisi anggaran yang dirasionalisasi, kami bersyukur mendapatkan dukungan dari BUMN mitra keuangan. Banyak ruas jalan yang perlu diperbaiki dan telah melalui kajian hingga akhirnya bisa dipenuhi,” ujarnya.

Cecep menegaskan, mekanisme pinjaman tersebut tidak melibatkan aliran dana langsung ke pemerintah daerah maupun kepala daerah.

Skema yang digunakan menyerupai Dana Alokasi Khusus (DAK), di mana proses lelang tetap dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum, sementara pembayaran dilakukan langsung oleh PT SMI kepada kontraktor melalui Bank BJB sesuai progres pekerjaan.

“Tidak ada dana yang masuk ke bupati atau Pemda. Seluruh pembayaran dilakukan langsung oleh pihak SMI,” tegasnya.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Alayubi, menambahkan bahwa skema pinjaman daerah merupakan hal yang lazim dilakukan untuk percepatan pembangunan.

Ia memastikan seluruh dana difokuskan untuk peningkatan kualitas jalan dan drainase. Menurutnya, pengembalian pinjaman akan ditopang dari pendapatan daerah, termasuk pajak.

BACA JUGA   TPD/K KB di Kota Tasikmalaya Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

“Pekerjaan tidak hanya jalan, tapi juga drainase dalam satu paket, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Direktur Public Financing and Project Development PT SMI, Faaris Pranawa, menyebut Kabupaten Tasikmalaya sebagai salah satu daerah yang progresif dalam memanfaatkan skema pembiayaan alternatif.

Ia mengungkapkan, dari sekitar 90 pemerintah daerah yang mengajukan pembiayaan tahun ini, Tasikmalaya termasuk pelopor. “Program ini juga mendukung ketahanan pangan melalui perbaikan infrastruktur,” ujarnya.

Faaris memastikan pencairan dana dilakukan secara bertahap sesuai progres pekerjaan serta diawasi secara ketat oleh konsultan pengawas.

“Pembayaran tidak dilakukan sekaligus. Setiap tahap pekerjaan diawasi sehingga pelaksanaannya tetap akuntabel dan terukur. Kami optimistis pengembalian pembiayaan berjalan aman,” katanya.

Di sisi lain, Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Andi Supriadi, mengajak masyarakat untuk turut mengawasi pelaksanaan proyek tersebut. Ia menilai partisipasi publik penting mengingat pembiayaan ini merupakan utang daerah yang akan dicicil dalam lima tahun ke depan.

“Pembangunan segera dimulai, dan kami berharap masyarakat ikut mengawal agar pelaksanaannya tepat sasaran,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menargetkan proses lelang segera dilakukan, sehingga pengerjaan perbaikan jalan dapat dimulai pada tahun ini. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *