Home / Sosial & Budaya / Ikm Tasikmalaya Gagas Masjid Budaya Minang–Sunda, Lahan Sudah Siap Ditargetkan Jadi Ikon Baru Daerah
IMG_20260420_104252

Ikm Tasikmalaya Gagas Masjid Budaya Minang–Sunda, Lahan Sudah Siap Ditargetkan Jadi Ikon Baru Daerah

Tasikzone.com – Ikatan Keluarga Minang Tasikmalaya (IKMT) semakin memantapkan langkah dalam mewujudkan pembangunan masjid budaya yang digagas sebagai landmark baru Kota Tasikmalaya. Melalui kegiatan halal bihalal yang digelar di kawasan Tanah Minang, Kecamatan Tamansari, Minggu (19/4/2026), IKMT tidak hanya memaparkan konsep, tetapi juga menunjukkan kesiapan nyata dari sisi lahan dan perencanaan.

Ketua IKMT, Syahrial Koto, menegaskan bahwa pembangunan ini bukan sekadar rencana, melainkan sebuah gerakan bersama untuk menghadirkan simbol persatuan melalui karya nyata.

“Kami ingin membangun sesuatu yang bukan hanya terlihat, tetapi juga memiliki makna. Masjid ini akan menjadi simbol perpaduan budaya Minangkabau dan Sunda dalam satu kesatuan yang harmonis,” ujarnya.

Lahan Sudah Siap, Legalitas Jelas
Salah satu kekuatan utama dari proyek ini adalah kesiapan lahan. IKMT telah memiliki sebidang tanah seluas kurang lebih 2.800 meter persegi yang berlokasi di kawasan Tanah Minang, dengan status legalitas yang jelas berupa sertifikat resmi atas nama Ikatan Keluarga Minang Pasi Malaya.

Selain itu, kondisi lahan dinilai sangat siap untuk pembangunan. Struktur tanah yang relatif datar membuat proses konstruksi tidak memerlukan banyak pekerjaan awal seperti pematangan atau pembenahan lahan.

“Artinya, dari sisi kesiapan fisik, kita sudah sangat siap. Tinggal menunggu kelengkapan administrasi, perizinan, dan dukungan pendanaan, pembangunan bisa langsung dimulai dengan peletakan batu pertama,” jelas Syahrial.

Konsep Ikonik Perpaduan Budaya
Masjid yang dirancang mengusung konsep Neo-Vernacular Modern, memadukan arsitektur Minangkabau dan Sunda dalam satu desain yang ikonik. Elemen gonjong, ornamen marawa, dan nuansa Ranah Minang dipadukan dengan Payung Geulis serta filosofi Tusuk Sate sebagai identitas Jawa Barat.

Perpaduan ini bukan sekadar estetika, melainkan simbol kuat pembauran budaya yang mencerminkan harmoni masyarakat di Kota Tasikmalaya.

Dirancang Profesional dan Berbasis Kajian
IKMT memastikan bahwa desain yang diusung telah melalui proses kajian akademik yang matang, mencakup aspek filosofi, budaya, hingga teknis konstruksi. Perencanaan dilakukan oleh arsitek profesional agar bangunan sesuai dengan fungsi utamanya sebagai tempat ibadah yang nyaman dan khusyuk.

BACA JUGA   JBZ Tasikmalaya Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Anak Di Yayasan Taman Harapan Lewat Program Z-CARE

Selain itu, pendekatan desain yang ikonik diharapkan mampu menarik masyarakat untuk datang, tidak hanya untuk beribadah tetapi juga merasakan pengalaman wisata religi.

Kawasan Terpadu yang Hidup

Pembangunan masjid ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan terpadu yang mencakup berbagai fasilitas pendukung, seperti:
– Masjid utama berkapasitas hingga 1.000 jamaah
– Area parkir basement
– Kantor sekretariat dan ruang pengelola
– Fasilitas pendidikan (madrasah)
– Gedung budaya Minangkabau
– Area UMKM
– Fasilitas sosial dan pelayanan umat

Dengan konsep tersebut, kawasan ini diharapkan menjadi pusat aktivitas yang hidup dan berkelanjutan.

Anggaran dan Semangat Kebersamaan
Pembangunan diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp17,5 miliar. Ketua panitia pembangunan, Yelviendra, menyampaikan bahwa angka tersebut tidak menjadi hambatan, melainkan tantangan yang akan dihadapi dengan semangat gotong royong.

“Ini rumah Allah. Kami optimistis, dengan kebersamaan, pembangunan ini bisa terwujud,” katanya.

Menuju Ikon Baru Tasikmalaya
Saat ini, IKMT tengah menyelesaikan naskah akademik, kajian teknis, serta proses perizinan. Targetnya, pembangunan dapat dimulai pada tahun 2026.

Dengan kesiapan lahan, konsep yang kuat, serta dukungan masyarakat, masjid ini diproyeksikan menjadi:
– Landmark baru Kota Tasikmalaya
– Simbol pembauran budaya Minang dan Sunda
– Destinasi wisata religi unggulan di Jawa Barat

Lebih dari Sekadar Bangunan, Pembangunan ini diharapkan menjadi tonggak lahirnya pusat peradaban berbasis nilai religius, budaya, dan kebersamaan.

Melalui semangat “Di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung,” IKMT ingin menegaskan bahwa masyarakat Minang di perantauan hadir bukan hanya untuk beradaptasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi daerah.

Masjid ini nantinya tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol persatuan dan warisan berharga bagi generasi mendatang. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *