Home / Organisasi / IKM Tasikmalaya Gelar Halal Bihalal dan Ekspose Desain Pembangunan Masjid
Syahrial Koto, Ketua IKM Tasikmalaya saat menyampaikan sambutan, minggu (19/04/2026)
Syahrial Koto, Ketua IKM Tasikmalaya saat menyampaikan sambutan, minggu (19/04/2026)

IKM Tasikmalaya Gelar Halal Bihalal dan Ekspose Desain Pembangunan Masjid

Tasikzone.com – Ikatan Keluarga Minang (IKM) Tasikmalaya menggelar kegiatan halal bihalal yang dirangkaikan dengan ekspose desain pembangunan masjid, sebagai langkah awal memperkuat kebersamaan sekaligus memulai proses pembangunan sarana ibadah bagi warga Minang di daerah tersebut.

Ketua IKM Tasikmalaya, Syahrial Koto, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk kembali mempererat silaturahmi antaranggota yang selama ini jarang bertemu secara langsung.

“Melalui halal bihalal ini, kita ingin merajut kembali kebersamaan. Selama ini mungkin hanya berkomunikasi lewat WhatsApp, sehingga momentum ini juga menjadi ajang untuk mereset kembali kekompakan dan keakraban antaranggota,” ujarnya. Minggu (19/04/2026) di Tanah Minang Kelurahan Setiamulya Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya

Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memaparkan desain awal pembangunan masjid yang direncanakan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat Minang di Tasikmalaya.

Syahrial menegaskan bahwa proses pembangunan tidak akan dilakukan secara sepihak, melainkan melalui kesepakatan bersama masyarakat minang dengan mengikuti seluruh prosedur hukum dan perizinan yang berlaku.

“Desain yang telah dibuat sudah disetujui secara bersama dan memiliki dasar hukum. Namun, kami tetap harus melibatkan bersama sama dalam pengambilan keputusan agar pembangunan ini berjalan sesuai kesepakatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, tahapan selanjutnya adalah penyusunan naskah akademik untuk diserahkan kepada Konsultan Tekhnik sipil dan sepanjutnga pengajuan perizinan, termasuk izin lingkungan dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Setelah naskah akademik selesai, kami akan mengurus perizinan. Target kami, insya Allah tahun ini bisa letakan Monumen pembangunan, tentu dengan catatan seluruh proses perizinan dan kajian teknis telah terpenuhi,” katanya.

Lebih lanjut, Syahrial berharap pembangunan masjid ini dapat menjadi simbol persatuan dan meningkatkan semangat kebersamaan serta kepedulian sosial, khususnya dalam hal sedekah dan partisipasi masyarakat.

“Kami berharap tidak ada lagi yang berjalan sendiri-sendiri. Ini adalah kerja bersama. Dengan adanya transparansi terkait desain dan kebutuhan anggaran, kami berharap masyarakat semakin termotivasi untuk bersedekah,” ungkapnya.

BACA JUGA   Gandeng Kapolres Ciamis, Beberapa Elemen Masyarakat Sukses Adakan Gerak Jalan

Ia juga menekankan bahwa pembangunan masjid ini bersifat jangka panjang dan berkelanjutan, serta terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Pembangunan ini bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk generasi ke depan. Bahkan jika kepengurusan berganti, karena sudah di warmarking oleh notaris, kalau kepengurusan kita hanya mampu ke pondasi ya bisa dilanjutkan ke pengurusan yang lain, intinya pembangunan akan tetap berjalan sesuai dengan perencanaan teknis yang sudah disepakati,”tandasnya

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Masjid, Yelviendra, mengakui bahwa kebutuhan anggaran pembangunan masjid tergolong besar, namun ia optimistis hal tersebut dapat diwujudkan melalui kebersamaan.

“Kalau melihat anggaran memang cukup besar, sekitar Rp. 17 miliar. Tapi kami optimistis, apalagi ini untuk membangun rumah Allah. Jangan takut dengan angka, karena sebagai umat Islam tentu kita tidak ingin membiarkan pembangunan rumah ibadah terhenti,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan masjid ini tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat Minang, tetapi terbuka untuk seluruh masyarakat yang ingin berpartisipasi.

“Pembangunan Masjid IKM Tasikmalaya ini tidak kami fokuskan hanya untuk orang Minang. Kami terbuka bagi siapa pun yang ingin bersedekah dan berkontribusi, khususnya warga Kota dan Kabupaten Tasikmalaya,” tambahnya.

Menurut Yelviendra, pembangunan masjid merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan kesabaran serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pemerintah daerah.

“Pembangunan rumah Allah tidak bisa selesai dalam waktu singkat. Ini proses panjang. Harapan kami, masyarakat Minang bisa terus solid, dan mendapatkan dukungan dari warga sekitar serta pemerintah daerah agar pembangunan ini berjalan lancar,” ungkapnya.

Ia pun berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan ini dapat terus terjaga hingga pembangunan masjid selesai dan dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang.

“Kami ingin pembangunan ini menjadi amal jariyah bersama, yang manfaatnya bisa dirasakan tidak hanya sekarang, tapi juga oleh generasi berikutnya,” pungkasnya. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *