Tasikzone.com — Pembangunan Masjid Ikatan Keluarga Minang Tasikmalaya (IKMT) kini memasuki fase perencanaan teknis yang lebih komprehensif. Ketua IKMT, Syahrial Koto, bersama Ketua Panitia Pembangunan Yalviendra dan Sekretaris Abdullah Muzaki, mengadakan pertemuan dengan Kepala Jurusan Teknik Sipil Universitas Siliwangi, Ir. Pengki Irawan, S.TP., M.Si., untuk membahas langkah lanjutan proyek tersebut.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut atas persetujuan desain arsitektur masjid oleh masyarakat Minang Tasikmalaya dalam agenda Silaturahmi dan Halal Bihalal 1447 H/2026 M pada Minggu, 19 April 2026. Persetujuan tersebut menjadi pijakan untuk memasuki tahapan teknis yang lebih rinci dan terukur.
Syahrial Koto menegaskan bahwa pembangunan masjid dilakukan secara serius dan berbasis kajian ilmiah, bukan sekadar pembangunan fisik semata. Ia menekankan pentingnya aspek keselamatan, keamanan, serta fungsi bangunan dalam jangka panjang.
“Masjid ini bukan hanya bangunan, tetapi simbol peradaban. Karena itu, prosesnya harus melibatkan akademisi agar memiliki landasan keilmuan yang kuat, baik dari sisi struktur, keamanan, maupun manfaat berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas rencana pelibatan akademisi melalui program pengabdian masyarakat dari Jurusan Teknik Sipil Universitas Siliwangi. Saat ini, IKMT masih menunggu persetujuan proposal yang telah diajukan. Setelah disetujui, pihak kampus akan menurunkan tim untuk melakukan survei lapangan sebagai tahap awal kajian teknis.
Ir. Pengki Irawan menyampaikan bahwa pihaknya akan membentuk tim resmi mengingat kegiatan ini membawa nama institusi. Tim tersebut akan melakukan pengukuran ulang lahan, kajian kondisi tanah, serta analisis teknis lainnya guna memastikan kesiapan lokasi pembangunan.
Selain itu, tim akademisi juga akan meninjau ulang desain arsitektur yang telah disepakati, terutama dari aspek struktural. Evaluasi ini penting untuk memastikan keselarasan antara konsep desain dan kekuatan konstruksi. Jika diperlukan, akan dilakukan penyesuaian agar bangunan memenuhi standar teknis dan keselamatan.
Secara keseluruhan, tahapan yang disiapkan meliputi pra-konstruksi, kajian teknis dan perencanaan struktur, penyusunan Detail Engineering Design (DED), hingga penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang transparan dan akuntabel. Kajian tersebut juga mencakup survei topografi, penyelidikan tanah seperti uji sondir, serta analisis struktur bangunan.
Hasil kajian akademis ini nantinya menjadi dasar penting dalam pengurusan perizinan, seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sebagai pengganti IMB, serta Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang memastikan bangunan layak digunakan.
Untuk meningkatkan pemahaman publik, IKMT juga akan menyusun proposal pembangunan dengan penjelasan istilah teknis secara sederhana. Langkah ini diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh kepada masyarakat dan para donatur mengenai proses pembangunan yang sedang berlangsung.
Rencana peletakan batu pertama Masjid IKMT akan dilakukan setelah seluruh tahapan awal terpenuhi, yakni rampungnya kajian teknis dari tim Universitas Siliwangi serta diperolehnya perizinan dari pemerintah setempat, termasuk PBG. Dengan demikian, pembangunan dapat dimulai secara legal, terencana, dan berbasis kajian yang kuat.
Dengan melibatkan akademisi, IKMT optimistis pembangunan masjid akan berjalan lebih sistematis, aman, dan sesuai standar. Pendekatan ilmiah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik serta mendorong partisipasi luas para donatur dalam mewujudkan Masjid IKMT sebagai pusat ibadah dan peradaban di Kota Tasikmalaya. (***)
Tasik Zone Kreativitas Muda Untuk Indonesia