Tasikzone.com – Di sebuah sudut Kampung Segleng, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, hidup seorang lansia bernama Mak Eem dalam kesederhanaan yang kian sunyi. Di usianya yang renta, ia tak lagi mampu beraktivitas seperti dulu.
Dulu, bersama sang suami, Mak Eem menggantungkan hidup dari bertani. Namun sejak kepergian suaminya, kehidupan berubah drastis. Kini, ia hanya bisa mengandalkan bantuan dari anaknya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Langkahnya pelan, tubuhnya tak lagi kuat. Hari-harinya lebih banyak dihabiskan di rumah sederhana, dengan harapan ada perhatian yang datang untuk meringankan beban hidupnya.
Di tengah kondisi tersebut, secercah harapan hadir melalui program Save Jompo dari Yayasan Padi. Pada Rabu (29/4/2026), bantuan berupa beras dan uang tunai disalurkan langsung kepada Mak Eem, sebagai bentuk kepedulian terhadap lansia yang membutuhkan.
Namun di balik bantuan itu, tersimpan kegelisahan yang masih membayangi. Mak Eem mengaku bingung dan tidak memahami alasan dirinya dicoret dari daftar penerima bantuan sosial pemerintah. Ia bahkan disebut masuk dalam kategori desil 5, yang berarti tidak lagi dianggap prioritas penerima bantuan.
Padahal, jika dilihat dari kondisi nyata, Mak Eem justru termasuk warga yang sangat membutuhkan uluran tangan.
“Abdi teu terang kunaon tiasa dicoret. Padahal mah abdi teu gaduh nanaon,” tuturnya lirih.
Kondisi ini juga mengundang tanda tanya dari pengurus lingkungan setempat. Ketua RW mengaku heran atas perubahan data tersebut, mengingat kondisi ekonomi Mak Eem yang jelas masih layak mendapatkan bantuan sosial.
“Kami juga bingung, secara kondisi beliau sangat membutuhkan. Seharusnya masih masuk dalam penerima bantuan,” ujarnya.
Kisah Mak Eem menjadi potret kecil dari persoalan yang lebih besar, tentang akurasi data bantuan sosial dan nasib lansia yang luput dari perhatian. Di tengah keterbatasan, ia hanya berharap bisa kembali mendapatkan bantuan yang memang menjadi haknya.
Sementara itu, bantuan dari para relawan menjadi penguat di hari-harinya, setidaknya memberi rasa bahwa ia tidak sepenuhnya sendiri. (***)
Tasik Zone Kreativitas Muda Untuk Indonesia