Home / Pendidikan / ASMARA : Langkah Nyata Tekan Angka Anemia Remaja di Kota Tasikmalaya
IMG_20260501_155512

ASMARA : Langkah Nyata Tekan Angka Anemia Remaja di Kota Tasikmalaya

Tasikzone.com – Masalah anemia pada remaja putri masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat di Kota Tasikmalaya. Menanggapi hal tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya yang dipimpin oleh Bdn. Wiwin Mintarsih Purnamasari, SSiT, M.Kes., bersama Helmi Diana, SST, M.Keb., dan tim mahasiswa menggelar program edukasi kesehatan bertajuk Upaya Meningkatkan Penegetahuan Remaju Putri Melalui Edukasi Kesehatan “Asmara” (Aksi Stop Anemia pada Remaja) di Kota Tasikmalaya. Jumat (01/05/2026)

Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Sukahurip, Kecamatan Tamansari pada tanggal 1 Mei 2026 ini menghadirkan 60 remaja putri sebagai sasaran utama, dengan didampingi oleh 12 kader Posyandu setempat untuk memastikan keberlanjutan program.

IMG_20260501_155528

Pengetahuan Meroket, Namun Perilaku Masih Menjadi PR
Berdasarkan hasil evaluasi selama kegiatan, terdapat temuan yang menarik sekaligus menantang. Tingkat pengetahuan para remaja putri mengenai bahaya anemia dan pentingnya zat besi tercatat masuk dalam kategori Sangat Baik. Mereka mampu memahami dengan jelas dampak jangka panjang anemia, seperti kelelahan berkepanjangan, penurunan konsentrasi belajar hingga risiko kesehatan di masa depan.

Namun, pengetahuan yang sangat baik tentang bahaya anemia dan dampaknya, ternyata belum berbanding lurus dengan perilaku sehari-hari. Data di lapangan menunjukkan bahwa kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) masih sangat rendah.

“Kami menemukan fenomena yang cukup memprihatinkan berdasarkan informasi dari peserta kegiatan. Mayoritas remaja putri sebenarnya sudah memiliki stok TTD yang didapatkan secara gratis dari sekolah. Sayangnya, tablet tersebut hanya disimpan di rumah dan tidak diminum,” ujar Bdn. Wiwin Mintarsih dalam keterangannya.

Dukungan Penuh dari Pemerintah Setempat
Lurah Sukahurip Budi Darsono, SIP, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif tim pengabdi. Beliau menegaskan bahwa kesehatan remaja putri adalah investasi jangka panjang bagi kelurahan tersebut.

BACA JUGA   Ibnu Siena Mulia, Sosialisasi Antisipasi Covid-19

Pihaknya, sangat mendukung program ‘ASMARA’ ini. Menurutnya, masalah anemia tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut kualitas generasi penerus di Sukahurip.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini saja, melainkan ada keberlanjutan melalui peran aktif kader Posyandu dan monitoring di setiap lingkungan RW. Kami ingin memastikan setiap tablet yang dibagikan benar-benar memberikan manfaat, bukan hanya tersimpan di rumah,” ungkap Budi Darsono, SIP, Lurah Sukahurip dalam sambutannya.

IMG_20260501_155538

Alasan di Balik Enggannya Mengonsumsi TTD

Dari sesi diskusi mendalam, terungkap bahwa alasan utama para remaja enggan meminum TTD adalah karena faktor psikologis dan sensorik, seperti:
– Rasa logam yang kuat (amis).
– Efek samping mual yang dirasakan setelah konsumsi.
– Anggapan harus minum pada hari yang sama bikin repot.

Peran Kader dan Lingkungan Terdekat

Kehadiran 12 kader Posyandu dalam kegiatan ini diharapkan menjadi jembatan pengawasan. Kader tidak hanya bertugas memberikan edukasi, tetapi juga melakukan pemantauan secara berkala di tingkat RT/RW untuk memastikan TTD yang sudah dibagikan benar-benar dikonsumsi, bukan sekadar menjadi penghuni kotak obat di rumah.

Melalui program Edukasi ASMARA, tim pengabdi dan Pemerintah Kelurahan Sukahurip berharap remaja putri di Kota Tasikmalaya tidak hanya ‘tahu’ tentang anemia, tetapi juga ‘mau’ mengubah perilaku demi masa depan yang lebih sehat dan bebas anemia dengan mengkonsumsi TTD. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *