Home / Olahraga / Pembinaan Usia Dini Jadi Kunci, PSSI Kota Tasik Dorong Kompetisi Berjenjang
IMG_20260503_064553

Pembinaan Usia Dini Jadi Kunci, PSSI Kota Tasik Dorong Kompetisi Berjenjang

Tasikzone.com — Ketua PSSI Kota Tasikmalaya, H. Wahid, S.Pd, menegaskan pentingnya pembinaan sepak bola usia dini dalam gelaran Liga Jabar Istimewa yang saat ini tengah berlangsung di tingkat kota dan kabupaten.

Menurutnya, kompetisi ini mempertandingkan empat kelompok usia, yakni U-10, U-12, U-14, dan U-19. Untuk jumlah peserta, tercatat U-10 diikuti 13 klub, U-12 sebanyak 24 klub, U-14 diikuti 12 klub, dan U-19 sebanyak 6 klub.

“Untuk pelaksanaan pertandingan, hari Sabtu dan Minggu ini difokuskan pada kelompok usia 10 dan 12 tahun. Mereka menggunakan lapangan kecil. Sementara untuk usia 14 dan 19 tahun, nanti akan menggunakan lapangan standar,” ujar H. Wahid.

Ia menjelaskan, pada tingkat Kota Tasikmalaya, akan diambil lima klub terbaik dari masing-masing kelompok usia 10 dan 12 tahun untuk melaju ke babak regional Priangan Timur.

“Jadi bukan hanya juara satu saja, tetapi juara satu sampai lima akan lolos ke tingkat regional. Nanti di tingkat regional, akan diambil lagi enam tim terbaik untuk melaju ke tingkat Provinsi Jawa Barat,” jelasnya.

H. Wahid menekankan bahwa pembinaan sepak bola tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus dimulai sejak usia dini dengan latihan yang konsisten.

BACA JUGA   Hadiri Pacuan Kuda, Jun Shakan : Pemkot Perlu Fasilitasi Tempat Untuk Berlatih Dan Berlomba

“Sepak bola ini tidak bisa instan. Semua cabang olahraga juga sama, harus dimulai dari usia dini. Minimal anak-anak ini punya kegiatan positif, sehingga bisa terhindar dari hal-hal negatif seperti pergaulan remaja yang tidak baik,” katanya.

Selain aspek prestasi, ia juga menyoroti pentingnya olahraga dalam membentuk gaya hidup sehat bagi generasi muda.

“Di samping sehat dan berprestasi, olahraga jauh lebih baik dibandingkan kegiatan yang tidak jelas. Kalau dari kecil sudah senang sepak bola, mudah-mudahan ke depannya mereka tetap konsisten dan berkembang,” tambahnya.

Namun demikian, ia mengakui masih adanya kendala dari sisi fasilitas olahraga di Kota Tasikmalaya.

“Kalau jujur, fasilitas olahraga kita masih perlu ditingkatkan. Memang ada rencana dari pemerintah, termasuk dari Pak Dedi Mulyadi yang menyampaikan akan ada revitalisasi. Tapi faktanya di tahun 2026 ini anggaran belum tersedia,” ungkapnya.

Ia berharap rencana pembangunan dan pembenahan sarana olahraga, termasuk kompetisi antar kecamatan, benar-benar dapat direalisasikan.

“Kita sering dengar akan ada pembangunan sepak bola antar kecamatan. Mudah-mudahan itu bukan sekadar wacana, tapi benar-benar bisa dilaksanakan,” pungkasnya. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *