Tasikzone.com — Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Barat, Divie, memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Kejuaraan Taekwondo Tasik Open 9 Grade C Nasional yang diikuti peserta dari lima provinsi.
Menurut Divie, kejuaraan ini menunjukkan progres positif Taekwondo Kota Tasikmalaya, baik dari sisi pembinaan keanggotaan maupun peningkatan prestasi atlet.
“Seiring waktu, Tasikmalaya harus terus menunjukkan progres yang baik, baik secara keanggotaan maupun prestasi. Dulu mungkin hanya ‘jago kandang’ dengan kegiatan di wilayah Priangan Timur, sekarang sudah berani mengambil langkah lebih besar dengan mengundang lima provinsi,” ujarnya.
Ia menilai, kejuaraan berskala nasional ini menjadi momentum penting bagi atlet Kota Tasikmalaya untuk mengukur kemampuan dengan menghadapi lawan dari daerah lain.
“Ini sangat bermanfaat sebagai dasar pemantauan kemampuan atlet Kota Tasikmalaya. Mereka bisa langsung merasakan atmosfer pertandingan melawan atlet dari provinsi lain, dan hasilnya cukup menggembirakan,” katanya.
Divie juga menyoroti capaian prestasi atlet daerah. Salah satu atlet asal Kota Tasikmalaya, Raisha, berhasil meraih medali emas pada Kejuaraan Nasional di Kalimantan Timur.
“Itu menjadi bukti bahwa pembinaan berjalan. Ada atlet kita dari Tasik yang mampu meraih emas di tingkat nasional, ini tentu membanggakan,” tambahnya.
Di sisi lain, Divie menekankan pentingnya peningkatan sarana dan prasarana olahraga di Kota Tasikmalaya. Hal tersebut, menurutnya, telah disampaikan juga kepada Wakil Wali Kota Tasikmalaya.
“Kota Tasikmalaya sebagai penyangga ibu kota provinsi tentu harus memperhatikan sarana olahraga. Fasilitas ini penting untuk mendukung pembinaan dan bisa dimanfaatkan masyarakat olahraga secara luas,” jelasnya.
Ia berharap ada perhatian lebih dari pemerintah daerah maupun provinsi untuk melakukan pembenahan fasilitas yang ada.
“Memang ini persoalan lama yang belum banyak perubahan. Ke depan mudah-mudahan bisa mendapat perhatian, tidak harus mewah, tapi minimal bisa direnovasi agar lebih representatif,” ungkapnya.
Kejuaraan Tasik Open 9 sendiri diikuti sekitar 1.250 peserta dari berbagai daerah, termasuk dari Provinsi Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sebagai peserta terjauh. Antusiasme peserta dinilai sangat tinggi dengan diikuti berbagai kelas pertandingan.
“Antusiasme sangat bagus. Ke depan, kalau venue bisa mengakomodasi enam sampai tujuh lapangan, kami optimistis jumlah peserta bisa mencapai lebih dari 2.000 orang. Saat ini kendalanya masih pada keterbatasan tempat,” jelas Divie.
Terkait Babak Kualifikasi (BK) Porprov, Divie menyebut saat ini tinggal menunggu pencairan anggaran dari tingkat provinsi. Ia menilai kondisi keterbatasan anggaran juga dirasakan hampir seluruh daerah.
“Kalau untuk BK Porprov, informasinya tinggal menunggu pencairan. Kondisi ini bukan hanya di satu daerah, hampir semua kabupaten/kota mengalami hal yang sama. Tinggal bagaimana kita bersama-sama mencari solusi secara kooperatif,” pungkasnya. (***)
Tasik Zone Kreativitas Muda Untuk Indonesia