Home / Pendidikan / Lewat Tasik Pintar, Pemkot Tasikmalaya Tekan Angka Anak Tidak Sekolah
IMG_20260501_104240

Lewat Tasik Pintar, Pemkot Tasikmalaya Tekan Angka Anak Tidak Sekolah

Tasikzone.com – Pemerintah Kota Tasikmalaya terus mengakselerasi peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan program Tasik Pintar, salah satunya dengan implementasi Program Wajib Belajar 13 Tahun yang menyasar anak usia 5 hingga 18 tahun.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Dr. Rojab Riswan Taofik, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan secara utuh, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga jenjang SMA/SMK.

“Program Wajib Belajar 13 Tahun ini kami dorong sebagai upaya konkret agar tidak ada lagi anak yang tertinggal dalam pendidikan. Semua anak harus mendapatkan kesempatan belajar yang lengkap dan berkelanjutan,” ujarnya. Jumat (01/05/2026) kepada tasikzone melalui pesan whatsapp.

Menurutnya, kebijakan tersebut juga diarahkan untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) sekaligus mencegah potensi putus sekolah di Kota Tasikmalaya. Dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah, satuan pendidikan, dan masyarakat, diharapkan seluruh anak tetap berada dalam sistem pendidikan.

Program ini selaras dengan Program prioritas Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, melalui program unggulan Tasik Pintar yang mendorong terwujudnya kota yang cerdas, kreatif, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap pendidikan.

BACA JUGA   Dengan Seminar Bela Negara, Menwa Unsil Rangsang Mahasiswa

Selain memastikan akses, Pemkot Tasikmalaya juga berfokus pada peningkatan mutu layanan pendidikan. Hal ini diwujudkan melalui pembangunan ruang kelas baru serta rehabilitasi ruang belajar dari jenjang PAUD hingga SMP yang dilakukan secara bertahap.

Tak hanya itu, lebih dari 2.000 paket perlengkapan sekolah dan alat peraga pembelajaran telah disalurkan guna mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

Rojab menambahkan, keberhasilan program ini membutuhkan dukungan semua pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga orang tua dan lingkungan sekitar.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan mengawasi pelaksanaan program ini. Pastikan tidak ada anak di Kota Tasikmalaya yang tertinggal dari pendidikan,” katanya.

Melalui penguatan Tasik Pintar dan implementasi Wajib Belajar 13 Tahun, Pemerintah Kota Tasikmalaya optimistis dapat mencetak generasi yang lebih siap menghadapi masa depan, dengan bekal pendidikan yang kuat serta keberanian untuk meraih cita-cita. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *