Home / Pendidikan / Wisuda UMTAS, Lulusan Didorong Punya Akhlak Mulia dan Daya Saing Global
Wakil Walikota Saat Memberikan Sambutan saat sidang terbuka senat Universitas Muhamadiyah Tasikmalaya, rabu (29/04/2026)
Wakil Walikota Saat Memberikan Sambutan saat sidang terbuka senat Universitas Muhamadiyah Tasikmalaya, rabu (29/04/2026)

Wisuda UMTAS, Lulusan Didorong Punya Akhlak Mulia dan Daya Saing Global

Tasikzone.com – Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya menggelar sidang senat terbuka wisuda periode April 2026 yang ke-15. Sebanyak 244 mahasiswa dan mahasiswi resmi dikukuhkan sebagai lulusan dalam prosesi tersebut.

Rektor UMTAS, Neni Nuraeni M.Kep, menyampaikan pesan sederhana namun mendalam kepada para lulusan agar mampu memberikan manfaat di tengah masyarakat.

“Dimanapun mereka berada harus bisa bermanfaat bagi masyarakat. Maknanya luas, tidak hanya secara keilmuan, tetapi juga harus memiliki akhlakul karimah,” ujarnya. Rabu (29/04/2026)

Ia menegaskan, UMTAS berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas tinggi dan berakhlak mulia. Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama perkuliahan harus mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

“Kadang keberadaan kita tidak selalu disenangi, tetapi justru di situlah tantangannya. Ilmu yang dimiliki harus bisa menjawab kebutuhan dan memberikan solusi,”tambahnya.

Dalam proses pendidikan, UMTAS juga menjalin kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Hal ini dilakukan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa melalui program magang sesuai dengan bidang masing-masing.

Mahasiswa program kesehatan, misalnya, ditempatkan di rumah sakit atau fasilitas layanan kesehatan. Sementara mahasiswa teknik diarahkan ke industri sesuai bidang keilmuannya, dan mahasiswa keguruan menjalani praktik di sekolah-sekolah.

“Konsep magang ini tetap kami jalankan dan kembangkan, meskipun kebijakan seperti Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sudah mengalami penyesuaian. Prinsipnya, mahasiswa bisa belajar langsung di dunia kerja, di berbagai sektor,” jelasnya.

BACA JUGA   Masa Jabatan Kepsek Menggantung, PGRI Dorong Pemkot Tasik Selaraskan Regulasi Nasional

UMTAS juga terus mendorong internasionalisasi melalui kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri, salah satunya dengan Universiti Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia.

Kerja sama tersebut diwujudkan dalam program pertukaran mahasiswa (student exchange) dan magang internasional. Dalam program tersebut, mahasiswa dari UniSZA belajar di UMTAS selama sekitar enam bulan, begitu pula sebaliknya mahasiswa UMTAS berkesempatan belajar di Malaysia.

Selain itu, terdapat pula program student mobility yang menggabungkan pembelajaran daring dan luring. Mahasiswa internasional yang datang ke Tasikmalaya tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga dikenalkan pada budaya lokal dan potensi daerah.

“Kami tidak hanya memberikan materi akademik, tetapi juga pengalaman budaya. Mahasiswa kami dan mahasiswa dari Malaysia saling bertukar pengetahuan dan budaya,” ungkap Neni.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diajak mengunjungi sentra kerajinan mendong di Manonjaya hingga Kampung Naga, guna mengenal potensi lokal sekaligus melihat penerapan teknologi dalam pengembangan usaha masyarakat.

Melalui berbagai program tersebut, UMTAS berharap para lulusannya mampu menjadi pribadi yang adaptif, berdaya saing global, namun tetap berakar pada nilai-nilai moral dan budaya lokal. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *