Tasikzone.com – Rangkaian program Z-Clean 2026 mencapai puncaknya pada pekan keempat melalui kegiatan Clean Up Day yang dikemas dengan konsep plogging, yakni menggabungkan aktivitas olahraga dengan aksi kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan dimulai dari titik awal di Warung Polar (Warpol) dan berakhir di kawasan Dadaha, dengan melibatkan partisipasi aktif para relawan dan komunitas.
Sepanjang rute, peserta memungut sampah sekaligus melakukan pemilahan menjadi dua kategori, yakni sampah residu yang tidak dapat didaur ulang dan sampah anorganik bernilai yang masih berpotensi untuk dikelola kembali.
Dari kegiatan tersebut, total 42,3 kilogram sampah berhasil dikumpulkan. Jumlah ini menjadi gambaran kondisi lingkungan sekaligus penegasan akan pentingnya perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah.
Ketua Pelaksana Z-Clean, Muhammad Abil Marahim Syabani, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aksi bersih-bersih, melainkan sarana membangun kesadaran kolektif.
“Clean Up Day ini bukan solusi utama dari permasalahan sampah. Kalau tidak diiringi perubahan perilaku, kegiatan seperti ini hanya memindahkan sampah dari satu tempat ke tempat lain,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan ini pihaknya ingin mengajak masyarakat untuk melihat persoalan lingkungan secara lebih mendalam.
“Sampah yang kita pungut hari ini adalah cerminan dari kebiasaan kita sehari-hari. Dari sini kita belajar bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri, dari hal-hal kecil yang konsisten,” katanya.
Sampah residu hasil kegiatan langsung dibawa ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Dadaha, sementara sampah anorganik dipisahkan untuk kemudian disalurkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebagai bagian dari upaya kolaboratif dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan juga diisi dengan aksi kocor ecoenzym di Danau Dadaha sebagai langkah simbolis sekaligus nyata dalam mendukung pemulihan kualitas lingkungan perairan dengan pendekatan ramah lingkungan.
Melalui Clean Up Day, Z-Clean menegaskan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum refleksi bahwa solusi atas persoalan sampah tidak hanya bergantung pada aksi sesaat, melainkan pada komitmen jangka panjang yang dimulai dari individu dan diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. (***)
Tasik Zone Kreativitas Muda Untuk Indonesia