Tasikzone.com — Kelompok Arvella Lumira, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Siliwangi Tasikmalaya, melaksanakan kegiatan peresmian program “SERASI” (Senam Kaki, Ramah Gizi, dan Aksi Hidup Sehat) di Kelurahan Sukamaju Kidul, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya. Sabtu (18/04/2026)
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi intervensi kesehatan masyarakat berbasis perencanaan program yang disusun secara sistematis dan kontekstual.
Program ini diluncurkan oleh tim yang terdiri dari tujuh mahasiswa, yaitu Anggi, Amanda, Trisca, Puspa, Nadine, Defa, dan Nadia, yang tergabung dalam Kelompok Arvella Lumira.
Program SERASI dirancang sebagai respons terhadap tingginya kasus Diabetes Melitus tipe 2 di wilayah tersebut, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, seperti rendahnya kepatuhan dalam pemeriksaan gula darah secara rutin, minimnya partisipasi masyarakat dalam program pengelolaan penyakit kronis, kurangnya aktivitas fisik, serta pola konsumsi yang belum sesuai dengan prinsip gizi seimbang.
Dalam pelaksanaannya, program SERASI mengintegrasikan pendekatan promotif dan preventif melalui tiga komponen utama.

Pertama, pelaksanaan senam kaki diabetes sebagai bentuk aktivitas fisik terstruktur yang bertujuan meningkatkan sirkulasi darah dan menjaga kebugaran penderita.
Kedua, edukasi ramah gizi yang mencakup penyuluhan mengenai pola makan sehat terkait pengaturan asupan gula. Dan Ketiga, aksi hidup sehat yang dilakukan melalui pemanfaatan media edukasi berupa leaflet serta penggunaan lembar checklist sebagai alat pemantauan mandiri bagi peserta.
Pelaksanaan program ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk tenaga kesehatan dari puskesmas setempat serta kader posyandu yang berperan aktif dalam proses edukasi, pendampingan, dan monitoring kegiatan.
Dukungan lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat efektivitas intervensi serta meningkatkan keberlanjutan program di tingkat masyarakat.
Program SERASI juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam menerapkan perubahan perilaku secara konsisten, khususnya dalam meningkatkan aktivitas fisik, menjaga pola makan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan di lingkungan masyarakat.
Melalui implementasi program ini, diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktik masyarakat, khususnya pada penderita Diabetes Melitus, dalam menerapkan gaya hidup sehat.
Selain itu, program ini diharapkan dapat memperkuat upaya pengendalian Diabetes Melitus secara mandiri dan berkelanjutan berbasis pemberdayaan masyarakat. (***)
Tasik Zone Kreativitas Muda Untuk Indonesia