Home / Kiprah Pemerintah / Stok Beras Tembus 5 Juta Ton, Mentan: El Nino ‘Godzilla’ Tak Jadi Ancaman
IMG_20260421_075715

Stok Beras Tembus 5 Juta Ton, Mentan: El Nino ‘Godzilla’ Tak Jadi Ancaman

Jakarta, tasikzone.com — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan ancaman fenomena ekstrem “Godzilla El Nino” tidak akan mengganggu ketahanan pangan nasional. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan cadangan beras dalam jumlah besar yang dikelola Perum Bulog.

Menurut Amran, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini sudah menyentuh angka 4,9 juta ton dan diperkirakan menembus 5 juta ton dalam beberapa hari ke depan. Angka tersebut disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

“Jika terjadi El Nino ekstrem, itu tidak menjadi persoalan karena stok kita dalam waktu dekat mencapai 5 juta ton, tertinggi sejak Indonesia merdeka,” ujarnya usai rapat bersama ratusan kepala daerah di Kementerian Pertanian, sebagaimana dilansir dari Beritasatu.com.

Ia menambahkan, ketersediaan beras saat ini jauh melampaui capaian masa lalu. Sebagai perbandingan, pada 1984 stok CBP hanya berada di kisaran 2,6 juta ton. Kondisi sekarang yang hampir dua kali lipat membuat pemerintah optimistis mampu menghadapi tekanan global maupun dampak perubahan iklim.

Selain stok di gudang Bulog, ketahanan pangan juga diperkuat oleh potensi panen (standing crop) yang diperkirakan mencapai 11 juta ton. Tidak hanya itu, sektor Horeka (hotel, restoran, dan katering) juga menyimpan cadangan beras sekitar 12,5 juta ton.

Jika digabungkan, total ketersediaan beras nasional dinilai sangat mencukupi, bahkan diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan hingga sekitar 11 bulan ke depan. Sementara itu, dampak El Nino diperkirakan hanya berlangsung selama enam bulan.

BACA JUGA   Wujudkan Pelayanan Optimal, Puskesmas Kersanegara Akan Segera Dioperasikan

“Dengan cadangan yang bisa mencukupi hingga 11 bulan, sementara El Nino diperkirakan enam bulan, artinya kondisi kita lebih dari aman,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi potensi kekeringan, pemerintah juga menyiapkan langkah strategis di sektor pertanian. Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 triliun, dengan porsi terbesar—lebih dari Rp3 triliun—difokuskan pada penguatan infrastruktur irigasi seperti pompanisasi dan optimalisasi sumber air di wilayah rawan kekeringan.

Selain itu, program cetak sawah baru seluas 30.000 hektare turut dijalankan guna meningkatkan kapasitas produksi pangan nasional secara berkelanjutan. Upaya ini juga diperkuat dengan target pengelolaan lahan hingga 1,5 juta hektare melalui pemanfaatan berbagai sumber air, termasuk sungai dan embung.

Pemerintah bahkan telah membuka pendaftaran bantuan sekitar 80.000 unit pompa air yang ditargetkan mampu menjangkau sekitar 1 juta hektare lahan terdampak kekeringan.

Di sisi lain, dukungan terhadap petani juga diberikan melalui penyediaan benih unggul tahan kekeringan dengan anggaran sekitar Rp2 triliun. Benih ini dirancang untuk mempercepat masa tanam sekaligus meningkatkan frekuensi panen dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.

Dengan kombinasi stok beras melimpah dan berbagai program penguatan produksi, pemerintah menilai ketahanan pangan nasional tetap terjaga meskipun menghadapi ancaman iklim ekstrem. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *