Tasikzone.com – Di tengah ramainya aktivitas wisatawan yang memadati kawasan Pantai Karang Tawulan, suasana yang semula penuh keceriaan mendadak berubah mencekam.
Saat para pengunjung asyik bermain air di tepi pantai, petugas dari Pos Pengamanan (Pospam) Karangtawulan bersama personel Sat Brimob terus memberikan imbauan agar wisatawan tetap waspada terhadap kondisi ombak.
Namun di balik suasana tersebut, sebuah insiden tak terduga terjadi. Teriakan panik warga tiba-tiba memecah keramaian, mengabarkan adanya seseorang yang terseret arus hingga ke tengah laut.
Tanpa menunggu waktu lama, petugas yang telah bersiaga langsung bergerak cepat menuju lokasi. Mereka berlari menembus ombak untuk menyelamatkan korban yang terlihat melambaikan tangan sambil berteriak meminta pertolongan di tengah derasnya gelombang.
Berkat respons sigap petugas, dua orang korban berhasil dievakuasi dari ganasnya arus laut. Namun nahas, satu di antaranya tidak dapat diselamatkan.
Kasat Polairud, Iptu Agus Kasdili, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa dari dua korban, satu orang berhasil selamat sementara satu lainnya meninggal dunia.
“Iya benar, ada dua korban. Satu anak masih hidup, sedangkan satu orang dewasa dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.
Korban selamat diketahui bernama Panji Raspati (7), seorang pelajar asal Kampung Nangkup 05/03, Desa Sukarama, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur. Sementara korban meninggal dunia adalah Iyep Yudiana (47), seorang ASN yang berdomisili di VCI Andhika Residensi Blok A No. 1, RT 03/012, Desa Ciomas Rahayu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Senin, 23 Maret 2026, sekitar pukul 15.20 WIB, di kawasan Pantai Padabumi, Kampung Pamoyanan, Desa Ciomas Rahayu, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya.
Berdasarkan keterangan saksi, Lubis Bambang Purnama yang merupakan ayah dari Panji, saat kejadian dirinya tengah makan di pinggir pantai, sementara sang anak bermain air di tepi laut. Tanpa diduga, ombak besar datang dan langsung menyeret tubuh anaknya ke tengah laut.
“Saya langsung berteriak minta tolong. Kebetulan Pak Iyep yang sedang makan bersama saya langsung berlari ke laut untuk menolong anak saya, dibantu juga oleh petugas,” ungkap Lubis dengan suara bergetar.
Setelah berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan dari Pospam Karangtawulan dan Sat Brimob, kedua korban segera dilarikan ke Puskesmas Cikalong untuk mendapatkan penanganan medis.
Dari hasil pemeriksaan tenaga kesehatan, Panji masih dalam kondisi tidak sadarkan diri namun menunjukkan tanda-tanda kehidupan dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di ruang IGD. Sementara itu, Iyep Yudiana dinyatakan meninggal dunia.
“Untuk korban anak-anak, saat ini masih belum sadarkan diri dan masih dalam penanganan medis di IGD,” ujar Kepala Puskesmas Cikalong, Dudi Gandan, saat dikonfirmasi. (***)
Tasik Zone Kreativitas Muda Untuk Indonesia