Home / Kiprah Pemerintah / Melalui Penyuluh Agama, OJK Perluas Literasi Keuangan Syariah di Tasikmalaya
IMG_20260311_172227

Melalui Penyuluh Agama, OJK Perluas Literasi Keuangan Syariah di Tasikmalaya

Tasikzone.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Training of Trainers (ToT) Edukasi Keuangan bagi Penyuluh Agama se-Kota Tasikmalaya.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Tasikmalaya pada Rabu ini diikuti sekitar 85 penyuluh agama yang berasal dari berbagai kecamatan di Kota Tasikmalaya.

Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, dalam sambutannya menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki posisi strategis dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pengelolaan keuangan yang sehat dan sesuai prinsip syariah.

Menurutnya, penyuluh agama merupakan figur yang dipercaya masyarakat dan memiliki kedekatan dengan berbagai lapisan komunitas, mulai dari calon pengantin, keluarga muda, hingga jamaah majelis taklim. Melalui pelatihan ini, OJK berharap para penyuluh dapat menjadi mitra strategis dalam menyebarluaskan edukasi keuangan syariah kepada masyarakat secara lebih luas.

Selama ini, penyuluh agama dikenal sebagai ujung tombak Kementerian Agama dalam memberikan bimbingan, penerangan, serta edukasi nilai-nilai keagamaan kepada masyarakat. Dalam menjalankan perannya, penyuluh tidak hanya berfungsi secara informatif dan edukatif, tetapi juga berperan sebagai konsultan, advokat, penggerak moderasi beragama, pembina kerukunan, sekaligus motivator pembangunan berbasis nilai-nilai agama.

BACA JUGA   Pemkot Tasikmalaya Dorong Pencegahan Korupsi Lewat Survei Penilaian Integritas 2025

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Gebyar Keuangan Ramadan Syariah (GERAKS) yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan keuangan secara sehat, bijak, dan sesuai dengan prinsip syariah.

Melalui pelatihan ToT ini, OJK Tasikmalaya menargetkan terciptanya efek berantai (multiplier effect), di mana para penyuluh agama dapat kembali menyampaikan materi literasi keuangan kepada masyarakat melalui berbagai forum pembinaan, seperti majelis taklim, bimbingan calon pengantin, hingga kegiatan komunitas lainnya.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Tasikmalaya, Arip Somantri. Selain itu, kegiatan juga menghadirkan narasumber dari Bank BJB Cabang Tasikmalaya dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Tasikmalaya.

Melalui kolaborasi antara regulator, industri jasa keuangan, dan para penyuluh agama, diharapkan tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah di Kota Tasikmalaya terus meningkat. Dengan demikian, masyarakat diharapkan semakin cakap dalam mengelola keuangan, mampu memilih produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan, sekaligus terhindar dari berbagai praktik keuangan ilegal yang merugikan. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *