Home / Ragam / Tokoh Agama Minta Wali Kota Tasikmalaya Buka Dialog dengan Aktivis Tenda Perjuangan
IMG_20260308_120327

Tokoh Agama Minta Wali Kota Tasikmalaya Buka Dialog dengan Aktivis Tenda Perjuangan

Tasikzone.com – Sejumlah tokoh agama di Kota Tasikmalaya turut angkat bicara terkait aksi Tenda Perjuangan yang dilakukan para aktivis di depan pagar Balai Kota Tasikmalaya.

Aksi tersebut diketahui sudah berlangsung hampir dua pekan, di mana para aktivis bertahan bermalam di tenda hingga waktu sahur untuk mengawal aspirasi yang mereka sampaikan kepada pemerintah daerah.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya, **KH Aminudin Bustomi**, menilai pemerintah daerah seharusnya menunjukkan sikap responsif terhadap aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui aksi tersebut.

Menurutnya, para aktivis yang bertahan di tenda juga merupakan bagian dari masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian dari pemimpin daerah.

“Bagaimanapun mereka itu rakyatnya juga. Kalau ada warga yang menyampaikan aspirasi bahkan sampai bermalam di tenda hampir dua minggu, seharusnya ada respons dari pemimpin daerah, minimal datang menemui mereka,” ujar KH Aminudin Bustomi saat dimintai tanggapan, minggu (8/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa apa yang diperjuangkan para aktivis saat ini berkaitan dengan rekomendasi DPRD yang dinilai belum jelas bagaimana tindak lanjutnya dari pihak pemerintah kota.

Padahal, menurutnya, DPRD merupakan lembaga yang merepresentasikan suara masyarakat.

“Yang mereka kawal itu rekomendasi DPRD. DPRD kan representasi rakyat. Maka seharusnya ada kejelasan dari wali kota bagaimana sikap pemerintah terhadap rekomendasi tersebut,” katanya.

KH Aminudin menambahkan, setidaknya pemerintah dapat menunjukkan sikap terbuka dengan menemui para aktivis yang masih bertahan di tenda perjuangan.

“Kalau memang ada perbedaan pandangan atau proses yang harus dilalui, sebaiknya dijelaskan. Datangi mereka, berdialog. Itu bagian dari menunjukkan bahwa negara hadir bagi seluruh rakyatnya,” tambahnya.

BACA JUGA   JNE Kenalkan Program BERGEMA dan Content Competition 2026

Senada dengan itu, tokoh agama lainnya, **KH Miftah Fauzi**, juga berharap agar persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut tanpa adanya komunikasi yang jelas antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Menurutnya, sikap saling mendengar menjadi hal penting dalam menjaga kondusivitas di tengah masyarakat.

“Harus ada komunikasi yang baik. Jangan sampai masyarakat merasa tidak didengar. Kalau ada aspirasi, apalagi sudah disampaikan melalui mekanisme DPRD, tentu perlu ada penjelasan dari pemerintah,” ujar KH Miftah.

Ia juga mengingatkan bahwa kehadiran pemimpin di tengah masyarakat yang sedang menyampaikan aspirasi memiliki makna penting secara moral dan sosial.

“Pemimpin itu tidak hanya memimpin dari kantor, tetapi juga hadir ketika masyarakat menyampaikan aspirasi. Itu akan memberikan rasa dihargai bagi masyarakat,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, aksi Tenda Perjuangan masih berlangsung di depan pagar Balai Kota Tasikmalaya, sementara para aktivis menyatakan tetap akan bertahan hingga ada kejelasan sikap dari pemerintah kota terkait tuntutan yang mereka sampaikan.

Sebelumnya, DPRD Kota Tasikmalaya telah menerbitkan surat rekomendasi bernomor 400.14.6/135/DPRD sebagai tindak lanjut atas fungsi pengawasan serta menampung aspirasi masyarakat.

Dalam surat tersebut, DPRD meminta Wali Kota melalui dinas terkait untuk mengevaluasi penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) Lapangan Olahraga “For You Padel”.

Selain itu, DPRD juga meminta dilakukan verifikasi dan inventarisasi terhadap eks selokan di lokasi pembangunan guna memastikan status kepemilikan serta legalitasnya. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *