Home / Opini / Peran Mahasiswa Dalam Pengentasan Kemiskinan Menuju Pembangunan Ekonomi Indonesia yang Berkelanjutan Pasca Pandemi
IMG-20201018-WA0006

Peran Mahasiswa Dalam Pengentasan Kemiskinan Menuju Pembangunan Ekonomi Indonesia yang Berkelanjutan Pasca Pandemi

Oleh: Noviawan Abdul Aziz(Mahasiswa STIE Cipasung)

SGDs

25 September 2015 bertempat di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), para pemimpin dunia secara resmi mengesahkan Agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) sebagai kesepakatan pembangunan global. Kurang lebih 193 kepala negara hadir, termasuk Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla turut mengesahkan Agenda SDGs.
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Sustainable Development Goals disingkat dengan SDGs adalah 17 tujuan dengan 169 capaian yang terukur dan tenggat yang telah ditentukan oleh PBB sebagai agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan manusia dan planet bumi.

Tidak Meninggalkan Satu Orangpun merupakan Prinsip utama SDGs. Dengan prinsip tersebut setidaknya SDGs harus bisa menjawab dua hal yaitu, Keadilan Prosedural dan Keadilan Subtansial

Terdapat 17 tujuan SGDs di antaranya, tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, air bersih dan sanitasi layak, energi bersih dan terjangkau pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, industri, inovasi dan infastruktur, berkurangnya kesenjangan, kota dan komunitas berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim, ekosistem laut, ekosistem daratan, perdamaian, keadilan dan kelebagaan yang tangguh, kemitraan untuk mencapai tujuan.

Keadaan ekonomi saat pandemi

Saat ini pandemi Covid-19 sudah mulai padam.Virus Covid bermula lahir di Wuhan, China dan menyebar ke seluruh pelosok dunia.Kasus nya mencapai 25,835,301 jiwa di dunia, sedangkan di Negara Indonesia ada sekitar 180,646 kasus.Ini menunjukan bahwa hampir sepertiga warga Indonesia terkena dampak virus Covid-19.Virus Covid-19 disinyalir berbahaya dan sangat mematikan yang mengharuskan orang untuk melakukan physical distancing. Melansir dari The Atlantic, social distancing adalah tindakan yang bertujuan mencegah orang sakit melakukan kontak dalam jarak dekat dengan orang lain untuk mengurangi peluang penularan virus.Akibat nya perusahaan menutup sementara usahanya dan meliburkan sebagian karyawannya bahkan ada yang sampai melakukan pemutusan hubungan kerja ( PHK ).Akibatnya banyak masyarakat yang kehilangan akan pekerjaannya. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) per 7 April 2020, akibat pandemi Covid-19, tercatat sebanyak 39.977 perusahaan di sektor formal yang memilih merumahkan, dan melakukan PHK terhadap pekerjanya. Total ada 1.010.579 orang pekerja yang terkena dampak ini. Rinciannya, 873.090 pekerja dari 17.224 perusahaan dirumahkan, sedangkan 137.489 pekerja di-PHK dari 22.753 perusahaan. Mengutip catatan kebijakan SMERU, hasil simulasi menunjukkan bahwa TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) meningkat dari 4,99 persen pada Februari 2020 (data BPS) menjadi sekitar 6,17 persen–6,65 persen pada Maret 2020. Persentase ini setara dengan peningkatan jumlah pengurangan penyerapan tenaga kerja yang mencapai sekitar 1,6 juta hingga 2,3 juta orang. Dilihat dari sebaran sektornya, perdagangan adalah sektor yang paling banyak mengalami pengurangan penyerapan tenaga kerja.

Keadaan ini berdampak terhadap laju pembangunan perekonomian.Khususnya perekonomian masyarakat desa yang sebelumnya bermigrasi ke kota untuk bekerja. Menurut Wakil Presiden Ma’ruf Amin “Saat ini adanya pandemi Covid-19 membuat tantangan pembangunan dan ekonomi berkelanjutan semakin besar. Dalam konteks pencapaian SDGs, pandemi ini berdampak pada peningkatan angka kemiskinan dan ketimpangan, mengurangi kemajuan kualitas pendidikan,” ujar Ma’ruf saat menjadi keynote speaker di acara 1st International Conference on Islamic Civilization (1st ICIC) yang digelar Universitas Islam Sultan Agung (Unisula) secara daring, Kamis (27/8/2020).

Ini membuktikan bahwa pandemi virus Covid-19 sangat berpengaruh terhadap laju perekonomian.Pengentasan masalah kemiskinan merupakan salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan.Berdasarkan Badan Pusat Statistik ada sekitar 0,25 % indeks keparahan kemiskinan menurut provinsi 2019 – 2020.Bahwa kita tahu pada saat pandemi roda perekonomian agak terhenti, ini berdasarkan fakta yang saya lihat di sekitar saya.Banyak sanak saudara dan tetangga saya di PHK dan otomatis kondisi perekonomian mereka melemah dan tingkat rawan kemiskinan meningkat.

Melihat keadaan sekitar saya, sangat banyak keadaan yang memprihatinkan terutama kemiskinan pada saat pandemi.Kemiskinan menyebabkan laju perekonnomian seseorang menjadi terganggu.Meski demikian, ada sektor-sektor yang diperkirakan masih menyerap tenaga kerja, seperti jasa pendidikan, informasi dan komunikasi, jasa kesehatan dan kegiatan sosial, serta jasa keuangan dan asuransi.Dalam mengatasi ini, pemerintah pusat telah memutuskan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dan meningkatkan daya beli masyarakat di lapisan bawah, termasuk semua yang merasakan dampak dari pandemi Covid-19.Seperti pengusaha, pegawai, pekerja pabrik, sopir taksi, sopir bus, sopir truk, pengemudi ojek, petugas parkir, para pengrajin, pedagang kecil, pelaku usaha mikro, dan masih banyak lagi.
Ada sekitar 10 bantuan yang turut di salurkan pemerintah di ataranya, PKH, Dana Desa, Bantuan Pemerintah pusat, Bantuan Dana Sosial, Kartu Sembako, Kartu Prakerja, Pembebasan pembayaran tarif listrik untuk 450 V dan pembayaran diskon tarif listrik untuk 900 V, bantuan sembako untuk wilayah BoDeTaBek, memperkuat program padat karya tunai, Polri melaksanakan Program Keselamatan.Sedangkan di Provinsi Jawa Barat sendiri ada sekitar 9 bantuan yang di salurkan.Pasca pandemi pembangunan perekonomian di rekonstruksi kembali.Membuat sistem new normal yang harus di perlukan dan melanjutkan pembangunan ekonomi yang sebelumnya sedang di bentuk.

BACA JUGA   Mulai Besok Jalan Menuju GEBU Bisa Dilalui

Upaya pemerintah dalam pembangunan SDM
Dalam sambutan PB dan PKC Jawa Barat Mengatakan mengenai Jenjang Kaderisasi di PMII harus berlanjut meskipun dalam kondisi Pandemi covid-19 saat ini, oleh karena itu Mengadakan PKD virtual agar tidak vakum, PMII kota Depok sudah sangat hebat berani melakukan PKD Virtual saat pandemi saat ini
Dalam PKD ini pun dihadiri oleh Juru Bucara Presiden RI yaitu Bapak M. Fadjroel Racham Beliau menjelaskan mengenai Membangun SDM Unggul Untuk Indonesia Maju Dalam Diskusi Interaktif diacara PKD Virtual PMII Depok, beberapa Panca Kerja Presiden ditahun 2019-2024,Seperti Pembangunan SDM, Kelanjutan Pembangunan Infrastruktur,Penyederhanaan Regulasi, Penyederhanaan Birokrasi dan Transformassi Ekonomi.

Pembangunan SDM ini akan menjadi prioritas utama bagi kita untuk membangun SDM yang pekerja keras, dinamis, terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dan mengundang berbagai telenta-telenta global untuk bekerja sama.

Pembangunan SDM dalam RPJMN 2020-2024 mempunyai tema Indonesia Berpenghasilan menengah Tinggi yang Sejahtera, Adil, dab berkesinambungan. Ada 7 Agenda Pembangunan RPMJN IV 2020-2024 ialah:
Memperkuat ketahanan Ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas.

Mengembangkan Wilayah untuk Mengurangi kesenjangan dan Menjamin Pemerataan
Meningkatkan SDM Berkualitas dab berdaya saing

Revolusi Mental dan Pembangunan
Kebudayaan

Memperkuat infrastruktur Mendukung Pengembangan Ekonomi dan Pelayanan Dasar
Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana dan Perubahan iklim.
Memperkuat Stabilitas Polhukhankan dan Transformasi pelayanan Publik.
Adajuga Pengaruh utama dan kaidah dalam Pembangunan RPMJN IV 2020-2024, Pengaruh Utamanya seperti Kesetaraan gender, Pembangunan berkelanjutan, tata kelola, modal social budaya dan pembangunan Transformasi Digital, sedangkan Kaidah Pembangunan RPJMN IV 2020-2024 Mempunyai 3 Kaidah, Yaitu: membangun Kemandirian
Menjamin Keadilan, dan Menjaga Keberlanjutan.

Strategi Pembangunan Manusia merupakan Pembangunan manusia yang dilakukan berlandaskan pada 3 pembangunan: layanan dasar dan perlindungan, produktivitas, dan Pembangunan Karakter. Manusia yang berkualitas dan berdaya saing ialah sehat, cerdas, adaptif, kreatif, inovatif, trampil, dan bermantabat.

Peran Mahasiswa

Sebagai Mahasiswa senantiasa mengentaskan masalah kemiskinan sebagai perwujudan SGDs.Dengan menganalisis keadaan sekitar kita bisa mendapatkan solusi apa yang harus kita lakukan dalam pengentasan masalah kemiskinan.Ini era dimana krisis transformatif dan multilevel strategik di mulai.Sebagai Mahasiswa kita seharusnya mewujudkan kedua hal tersebut karena menjadi suatu tujuan dan satu cita.Seperti pemberdayaan sumber daya yang ada di kota maupun di desa baik SDA atau SDM yang berpotensi mengentaskan kemiskinan menuju pembangunan ekonomi yang berkelanjutan pasca pandemi.Solusi pemecahan masalah bisa di lakukan seperti dengan membuat home industri kebutuhan sandang, pangan dan papan tentunya dengan memberdayakan SDM yang ada.

Sebagai Mahasiswa kita lahir dari masyarakat, tentunya kita pun harus kembali memperhatikan masyarakat.Pasca pandemi pembangunan ekonomi perlu di lakukan agar kemakmuran masyarakat kembali pulih.

Bedasarkan 3 slogan Mahasiswa yaitu mahasiswa sebagi agen of change, dalam artian kita tidak hanya menjadi penggagas perubahan, melainkan menjadi objek atau pelaku dari perubahan tersebut.Mahasiswa sebagai social control dalam artian Kita sebagai mahasiswa seharusnya menumbuhkan jiwa kepedulian social yang peduli terhadap masyrakat karena kita adalah bagian dari mereka.Pemikiran-pemikiran cemerlang mahasiswa, diskusi-diskusi, atau memberikan bantuan moril dan materil kepada masyarakat dan bangsa kita. Mahasiswa sebagai iron stock berarti mahasiswa seoarang calon pemimpin bangsa masa depan yang akan menggantikan generasi yang telah ada, sehingga tidak cukup hanya dengan memupuk ilmu spesifik saja. Perlu adanya soft skill seperti leadership, kemampuan memposisikan diri, dan sensitivitas yang tinggi.

Untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.Cita – cita bangsa Indonesia tersebut harus di wujudkan Pasca Pandemi.

About admin

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!