Home / Lomba Artikel 2017 / Mewujudkan Siswa Nyaman Di Sekolah
kedekatan guru dengan siswa membuat rasa nyaman dan semangat siswa di sekolah

Mewujudkan Siswa Nyaman Di Sekolah

Sekolah merupakan tempat yang setiap hari dikunjungi oleh guru dan siswa.Menjadikan sekolah sebagai rumah kedua adalah berupaya membuat suasana sekolah senyaman mungkin sehingga semua warga sekolah semakin betah berada di sekolah dan menjalankan segala kewajiban dengan baik.

Sudah semestinya guru, siswa, dan warga sekolah lainnya menjadikan sekolah sebagai rumah kedua mereka. Dengan demikian setiap warga sekolah dapat memberikan perhatiannya secara penuh kepada sekolah sebagai wujud kepedulian dan rasa tanggungjawab yang besar terhadap pendidikan.Dengan dijadikannya sekolah sebagai rumah kedua bagi setiap warga sekolah, maka setiap warga sekolah akan merasa nyaman, aman, dan tenang ketika berada di sekolah.

Sekolah sebagai rumah kedua bagi guru dan siswa serta warga sekolah lainnya bukan hal yang mustahil untuk dilaksanakan. Pemikiran ini muncul karena program dunia pendidikan saat ini tampak dibebani materi pelajaran yang terlalu padat dan banyak menuntut segala macam. Seperti halnya siswa yang dituntut menguasai semua materi mata pelajaran namun kurangnya praktek di lapangan sebagai bukti nyata penerapan materi. Gurupun demikian, dituntut segala macam metoda pembelajaran namun fasilitas yang diberikan pemerintah tidak cukup memadai untuk melaksanakan sistem pembelajaran hingga menimbulkan pro kontra.

Akibatnya pelaku pendidikan, baik guru maupun siswa menjadi jenuh yang pada akhirnya menjadi terbebani, tidak nyaman berada di lingkungan sekolah sampai enggan pergi ke sekolah. Oleh karena itu, pendidikan di sekolah hendaknya mampu membuat siswa dan pengelola sekolah betah.Dengan demikian, sarana dan prasarana yang memadai menjadi salah satu konsep mewujudkan kenyamanan bagi setia warga sekolah.

Selama ini pendidikan di sekolah hanya menekankan pembelajaran yang berorientasi kepada materi pelajaran yang terkemas dalam kurikulum pendidikan. Pendidikan di sekolah tidak lagi terfokus kepada pembentukan anak yang cerdas dan berkarakter. Makna pendidikan di sekolah bergeser hanya dalam bentuk pengajaran materi pelajaran semata yang mengedepankan aspek inteligensi semata.

Oleh karena itu, pendidikan di sekolah sudah seharusnya mulai difokuskan pada pembentukan karakter atau perilaku siswa. Setiap siswa sudah seharusnya merasakan bahwa berada di sekolah seakan-akan berada di rumah sendiri. Sekolah diharapkan menjadi suatu tempat yang nyaman sehingga membuat siswa menjadi betah di sekolah.
Demikian juga, dengan pengelola sekolah, diharapkan pengelola sekolah juga mempunyai motivasi yang tinggi agar terwujudnya siswa nyaman di sekolah.Yang termasuk pengelola sekolah tidak hanya terbatas pada sosok guru saja, melainkan seluruh elemen yang ada di lembaga pendidikan. Mulai dari kepala sekolah, guru, staf tata usaha, petugas keamanan sekolah, serta warga sekolah lainnya.

Untuk menciptakan rasa nyaman siswa di sekolah, pengelola sekolah harus lebih dahulu menyamankan diri berada di sekolah dan menciptakan suasana seperti di rumah bagi para siswa. Dengan demikian, dapat dirumuskan metode sebagai berikut.
1. Sistem Kegiatan Belajar Mengajar
Sistem Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dibuat agar tidak monoton dan mengesalkan bagi siswa. Kegiatan belajar mengajar diusahakan untuk tidak selalu terfokus di ruangan, itu akan membuat siswa bosan dan tidak nyaman. Sesekali guru harus membawa siswa keluar ruang kelas untuk melakukan pembelajaran, seperti di taman sekolah itu membuat siswa lebih enjoy memahami pelajaran. Siswa juga perlu memahami pengaplikasian materi di lapangan. Selain itu juga siswa berinteraksi lebih aktif dengan temannya untuk menyelesaikan permasalahan dari setiap materi. Setiap guru juga harus bisa menempatkan diri mereka sebagai orang tua siswa. Hal tersebut bertujuan agar siswa lebih nyaman karena merasa berada di rumah.

2. Mengembangkan dan Menyalurkan Minat Bakat Siswa Melalui Kegiatan
Sekolah menjembatani, mewadahi dan mengembangkan serta menyalurkan minat dan bakat siswa. Baik itu dalam bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra, keterampilan, olahraga dan sebagainya. Dengan menyalurkan dan memfasilitasi kegiatan sesuai dengan minat dan bakat setiap siswa dibidangnya, akan mendorong semangat untuk mengekspresikan dan mengimprovisasi inovasi dari motivasi yang mereka dapatkan. Dengan demikian siswa akan merasa betah berada di sekolah.

3. Keadaan Lingkungan Sekolah
Keadaan lingkungan sekolah pun menjadi salah satu faktor nyaman dan tidaknya siswa di sekolah. Lingkungan sekolah yang bersih dan sehat membuat siswa nyaman berada di sekolah, dan keadaan lingkungan sosial di sekolah aman dan damai.

4. Sarana dan Prasarana sebagai Penunjang
Sarana dan Prasarana sekolah menunjang tingkat kenyamanan siswa di sekolah. Mulai dari fasilitas yang menunjang kegiatan belajar mengajar,toilet, tempat pembuangan sampah yang terpisah untuk organik dan anorganik, sarana ibadah, air, aula, lapangan dan sebagainya.

Namun perlu kita ketahui, faktor yang paling utama untuk mewujudkan siswa nyaman di sekolah adalah kerjasama dengan keluarga siswa dan masyarakat sekitar. Karena bagaimana pun juga lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat saling keterkaitan untuk mewujudkan sekolah menjadi rumah kedua. Dukungan dari setiap elemen pendidikan sangat berpengaruh terhadap kemajuan pendidikan yang lebih baik.

Penulis : Hanif Nafisah SMAN 1 Tasikmalaya

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *