Home / Pendidikan / Potret Buruk Pendidikan Di SMPN 8 Kota Tasik, Pungut Perpisahan Hingga Ratusan Juta Dan Ancaman Izajah Ditahan
IMG_20230905_141903

Potret Buruk Pendidikan Di SMPN 8 Kota Tasik, Pungut Perpisahan Hingga Ratusan Juta Dan Ancaman Izajah Ditahan

Potret Buruk Pendidikan Di SMPN 8 Kota Tasik, Pungut Perpisahan Hingga Ratusan Juta Dan Ancaman Izajah Ditahan

Kota Tasikmalaya, – SMPN 8 Kota Tasikmalaya melakukan Pungutan Liar terhadap Siswa kelas IX dengan dalih perpisahan, tidak tangung tanggung pungutan itu dibandrol dengan Sejumlah Uang RP. 450.000,- Per Siswa.

Bisa dibayangkan ketika Siswa kelas IX itu berjumlah mencapai 300 Siswa, sudah ratusan Juta yang bisa dikumpulkan sekolah tersebut untuk agenda perpisahan yang memang sudah dihimbau untuk tidak dipaksakan oleh Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya.

Lucunya, ketika acara sudah selesai bahkan para siswa sudah dinyatakan lulus dan sudah beralih status menjadi SMA namun yang belum membayar masih saja ditagih oleh sang Pengepul di Sekolah tersebut.

Bahkan ada ancaman ketika uang perpisahan tidak bisa dilunasi, Izajah pun akan ditahanya.

Selasa (05/09/2023) wartawan mencoba untuk meminta klarifikasi kepada pihak sekolah, dan tujuannya kepada pengepul (bendahara) yang mengumpulkan urunan dari siswa untuk perpisahan secara langsung. Namun sang pengepul enggan bertemu dengan awak media dengan alasan harus melalui bagian TU.

“Ibu Lilis alim Mendakan saurna kedah ka bagian TU,” singkat petugas Satpam yang bertugas pada saat itu.

Wartawan mencoba mendatangi pada Rabu (06/09/2023) bertemu dengan Bagian TU yang dimaksud, namun pada waktu itu bagian tu belum menerima informasi apapun dari Lilis untuk bisa disampaikan kepada wartawan.

BACA JUGA   Kreativitas Pendidik Paud Tingkat Kabupaten Tasikmalaya, Bunda Tami Raih Juara

Akhirnya, Bagian TU menyuruh untuk kembali besok pada hari Kamis agar bisa langsung bertemu dengan L.

Kamis, (07/09/2023) wartawan berhasil menemui Lilis yang merupakan bendahara dari perpisahan sekolah.

Lilis berdalih tidak ada Ijazah yang ditahanya, melainkan dirinya selalu mempermudah urusan para siswa.

“Buat apa izajah ditumpuk, nanti rusak,” singkat Lilis.

Bahakan, dirinya mengakui kalau ada yang ditahan akan tetapi berkaitan dengan siswa yang belum mengembalikan Buku yang dipinjamnya di perpustakan.

Saat wartawan kembali menanyakan, kaitan siswa yang belum melunasi uang perpisahan, apakah benar pernah menyampaikan kepada siswa kalau izajahnya akan ditahan. Dan ini merupakan sebuah bentuk ancaman yang disampaikan insan pendidikan kepada siswa.

Lilis mengakui hal itu, kalau itu kehilapan dirinya bahkan dirinya meminta maaf kalau sudah menyampaikan hal itu kepada siswa, Lilis berdalih kalau urusannya banyak bukan hanya satu atau dua siswa saja melainkan ratusan.

“Abdi Hilap, karena yang saya urus bukan 1 atau 2 siswa namun ratusan, saya ini perempuan banyak yang harus dibetulkan bukan satu Item namun banyak maklum manusia suka ada kehilapan, saya minta maaf,”singkatnya. (rn)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *