Tasikzone.com — Geliat ekonomi di Kota Tasikmalaya dinilai cukup dinamis, namun masih menyimpan kerentanan karena dominasi sektor konsumsi yang belum diimbangi kekuatan produksi. Hal tersebut mengemuka dalam forum “Penguatan Ketahanan Ekonomi di Jawa Barat” yang digelar di Aulia Hall Center, Rabu (6/5/2026).
Dalam forum tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama unsur legislatif dan akademisi mendorong penguatan konsep “Ekonomi Rancage” sebagai strategi menghadapi ketidakpastian global. Konsep ini menekankan ketangkasan pelaku usaha sekaligus penguatan berbasis potensi lokal.
Perwakilan Bakesbangpol Jawa Barat, Irman Nugraha, menyampaikan bahwa kekuatan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari stabilitas sosial masyarakat.
“Ekonomi yang kuat harus ditopang kondisi sosial yang kondusif, terutama di tingkat akar rumput,” ujarnya.
Pimpinan daerah Kota Tasikmalaya, Dr. Ade Hendar, bersama anggota DPRD Andi Warsandi, menyatakan kesiapan mendukung iklim investasi serta memperkuat regulasi yang berpihak kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sementara itu, akademisi Universitas Galuh, Ir. Firman Abdurrohman, menekankan pentingnya konektivitas bagi UMKM, baik melalui infrastruktur logistik maupun akses digital.
Menurutnya, program Makan Bergizi Gratis dari pemerintah pusat dapat menjadi peluang bagi produk pangan lokal untuk masuk dalam rantai pasok nasional. Ia juga menilai koperasi perlu kembali diperkuat sebagai penopang usaha kecil.
Pandangan serupa disampaikan Prof. Dr. Heri Yusuf Muslihin dari UPI Tasikmalaya yang menyoroti pentingnya adaptasi pelaku usaha di era digital.
“Pelaku usaha tidak perlu menunggu produk sempurna. Yang penting mampu menjawab kebutuhan pasar,” katanya.
Ia menambahkan, kualitas sumber daya manusia dan penguasaan teknologi menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya saing di tengah perubahan ekonomi global.
Forum ini diharapkan dapat mendorong penguatan rantai pasok lokal melalui integrasi teknologi, kebijakan yang berpihak, serta menjaga stabilitas sosial sebagai fondasi ketahanan ekonomi daerah. (***)
Tasik Zone Kreativitas Muda Untuk Indonesia