Home / Ragam / Pelatihan Penjamah Makanan Jadi Langkah Awal Standarisasi Dapur SPPG
IMG_20260516_145331

Pelatihan Penjamah Makanan Jadi Langkah Awal Standarisasi Dapur SPPG

Tasikzone.com – Paguyuban SPPG Tasikmalaya menggelar pelatihan penjamah makanan sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) relawan dapur dalam program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari sejumlah dapur SPPG di Kabupaten Tasikmalaya dan Pangandaran.

Perwakilan Paguyuban SPPG Tasikmalaya, Karom, mengatakan pelatihan tersebut menjadi salah satu syarat penting dalam pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur penyedia makanan.

“Kegiatan ini merupakan pelatihan penjamah makanan. Salah satu persyaratan dapur agar mendapatkan SLHS adalah SDM relawannya harus terlatih dan memiliki sertifikat. Minimal terdapat 50 orang yang tersertifikasi, sementara rata-rata setiap dapur memiliki sekitar 40 relawan,” ujar Karom, S.Pd.I., M.M.

Menurutnya, seluruh relawan dapur wajib mendapatkan pelatihan penjamah makanan guna memastikan proses pengolahan makanan berjalan sesuai standar kesehatan dan higienitas.

“Alhamdulillah hari ini ada sekitar 260 peserta yang mengikuti pelatihan. Mereka berasal dari 13 dapur yang akan running di Kabupaten Tasikmalaya dan juga dari Kabupaten Pangandaran,” katanya.

BACA JUGA   Gubernur Jabar Ridwan Kamil Rela 'Basah-Basahan' di Curug Badak

Ia menegaskan, kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen yayasan dan mitra paguyuban dalam menghadirkan makanan berkualitas bagi masyarakat.

“Ini merupakan komitmen kami bahwa untuk menyajikan makanan yang berkualitas, maka relawannya juga harus dipersiapkan dengan baik melalui pelatihan,” jelasnya.

Karom menambahkan, setelah pelatihan penjamah makanan, pihaknya juga akan melaksanakan pelatihan chef secara bertahap. Hal itu dilakukan karena tenaga chef di dapur SPPG juga diwajibkan memiliki sertifikasi kompetensi profesional.

“Insyaallah setelah ini akan ada pelatihan chef. Chef juga harus bersertifikat dan nantinya pelatihan akan melibatkan lembaga dari BNSP. Jadi pengelolaan dapur ke depan diharapkan benar-benar profesional, termasuk dalam pemenuhan administrasi dan peningkatan kualitas relawan,” pungkasnya. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *