Home / Kiprah Pemerintah / Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat, Inovasi Kelurahan Tugujaya Dalam Perlombaan
20230525120548_IMG_7692

Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat, Inovasi Kelurahan Tugujaya Dalam Perlombaan

Kota Tasikmalaya, tasikzone.com – kelurahan Tugujaya Kecamatan Cihideung, salah satu kelurahan yang dinilai oleh Bagian Pemerintahan Setda dalam perlombaan Kelurahan.

Perlombaan ini merupakan kegiatan evaluasi perkembangan dan lomba kelurahan tingkat Kota Tasikmalaya yang diadakan oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Penilaian berlangsung di aula Kelurahan Tugujaya Kecamatan Cihideung, Kamis 25 Mei 2023.

Kegiatan tersebut merupakan persiapan
jelang lomba kelurahan tingkat provinsi,
Nantinya Dari tiga besar, nanti akan dipilih satu kelurahan terbaik yang akan mewakili Kota Tasikmalaya pada lomba kelurahan tingkat provinsi Jawa Barat.

Dikatakan Wawan Gunawan Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Tasikmalaya, kepada wartawan, disela sela Penilaian.

“ada beberapa indikator penilaian. Bagaimana kinerja kelurahan dalam menjalankan pemerintahan, dari sisi kemasyarakatan dan pembangunan, plus inovasi. Bagaimana memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Empat indikator tersebut, merupakan indikator kunci untuk menjadi kelurahan terbaik dari yang baik,”Kata Wagun sapaan akrabnya

BACA JUGA   Melalui Musrenbang Permasalahan Lingkungan Hidup Di Kota Tasik Akan Teratasi

“Nanti ada 22 SKPD yang akan membimbing, mengguide dan mengarahkan mereka, sebab di kelurahan itu merupakan refresentasi gabungan program yang dilakukan oleh pemerintah Kota Tasikmalaya,” terangnya.

Lanjutnya, jadi nanti akan dinilai tufoksi dan kinerja kelurahan, sebagai perangkat kecamatan dalam memberikan pelayanan terbaik segala urusan yang ada.

Di tempat yang sama Lurah Tugujaya, Dudu S.Sos.,MM menuturkan bahwa ada satu inovasi yang digagas pihaknya yakni Siasat (Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat). Selain itu, juga fokus pada pelaksanaan program yang dijalankan pemerintah Kota Tasikmalaya, seperti penanganan sampah, stunting dan kemiskinan.

“Untuk penanganan kemiskinan melalui program berupa pemberdayaan masyarakat. Disoal stunting, programnya berupa pemberian makanan tambahan. Untuk penanganan sampah, di kami sudah berjalan cukup lama, sampah non organik dikelola melalui bank sampah, sementara sampah organik dengan magot,” jelasnya. (Rian)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *