Home / Peristiwa / Ulama Tasikmalaya Kecam Keras Penganiayaan Kiai Abdul Yani
Kiyai sepuh terbaring di Salah satu Pusat Kesehatan, foto : istimewa
Kiyai sepuh terbaring di Salah satu Pusat Kesehatan, foto : istimewa

Ulama Tasikmalaya Kecam Keras Penganiayaan Kiai Abdul Yani

Tasikzone.com – Ratusan umat Islam menggelar aksi unjuk rasa di depan Polsek Cikatomas, Kamis (16/4/2026), menyusul kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang kiai sepuh, Kiai Abdul Yani, di Desa Cayur, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya. Peristiwa tersebut diduga melibatkan oknum anggota salah satu organisasi kemasyarakatan.

Insiden terjadi pada Rabu (15/4/2026) siang, ketika korban hendak menuju lahan perkebunan usai menunaikan salat Dzuhur. Dalam perjalanan, korban berpapasan dengan sekelompok orang yang kemudian berujung pada aksi penganiayaan. Akibat kejadian itu, Kiai Abdul Yani sempat pingsan dan mendapat pertolongan dari warga yang melintas.

Menanggapi peristiwa tersebut, tokoh ormas Islam Tasikmalaya, KH Muhammad Yan-yan Al Bayani, mengecam keras tindakan pelaku. Ia menyebut aksi kekerasan terhadap seorang ulama sepuh sebagai perbuatan yang tidak dapat diterima.

“Tindakan ini sangat biadab. Seorang kiai sepuh sampai dianiaya hingga pingsan, kami para ulama dan umat Islam tentu tidak bisa menerima hal ini,” tegasnya. Jumat (17/04/2026)

Ia juga mendesak Polres Tasikmalaya untuk segera mengambil langkah cepat dalam mengungkap dan menangkap para pelaku.

BACA JUGA   Korban Pembunuhan Yang Selamat Kini Butuh Darah B

“Kami berharap aparat kepolisian segera bertindak dan tidak lamban dalam menangani kasus ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kyai Yan-yan yang juga pimpinan Pondok Pesantren Miftahulhuda Jarnauziyyah Mangkubumi menegaskan bahwa kalangan santri tidak akan tinggal diam jika kasus ini tidak segera ditindaklanjuti.

“Jika pelaku tidak segera ditangkap, kami siap mengerahkan santri untuk membantu mencari pelaku,” katanya.

Meski demikian, pihaknya masih memberikan kepercayaan penuh kepada aparat kepolisian untuk menangani kasus ini secara serius, cepat, dan transparan.

Pernyataan serupa juga disampaikan KH Ujang Surahman, Kepala Staf RESSANT (Resimen Santri), yang mengutuk keras dugaan penganiayaan tersebut. Ia meminta aparat segera menangkap dan memproses pelaku sesuai hukum yang berlaku.

Sementara itu, tokoh ulama Cikatomas, Kiai Apipudin, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi. Ia memahami kemarahan umat, namun menekankan pentingnya menjaga kondusivitas.

“Saya mengerti perasaan umat, tetapi kita harus tetap menahan diri. Kuncinya, aparat harus bergerak cepat agar situasi tetap terkendali,” pungkasnya. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *