Home / Lomba Artikel 2017 / Saatnya Si Hijau Menguasai Panggung
Saatnya Si Hijau Menguasai Panggung

Saatnya Si Hijau Menguasai Panggung

Assalamualaikum wr. wb.

Hidup sehat bisa dimulai dari kesadaran diri sendiri salah satunya yaitu senantiasa menjaga kebersihan lingkungan. Lingkungan yang bersih akan membuat kuman segan untuk bersarang. Menjaga kebersihan lingkungan, sebenarnya susah-susah gampang. Sejatinya remaja zaman sekarang lebih suka membuat kerusakan daripada mencegah terjadinya kerusakan tersebut. Mereka lebih sering terlihat membuang sampah sembarangan dibanding memungut sampah yang berserakan di sekitarnya. Kebiasaan inilah yang membuat warna abu-abu di rok SMA/SMK semakin menghitam. Warna yang seharusnya berubah menjadi putih ini, ternodai oleh hitamnya sampah yang berserakan di kolong meja kelas, kantin sekolah, toilet sekolah dan juga laboratorium komputer (wah-wah ternodai, ini cuma ibarat kok). Sangat disayangkan ketika remaja yang seharusnya dijadikan perisai untuk melawan kerusakan justru tergerus oleh hantaman keras dari kerusakan tersebut.

Tapi tenang sobat kepoers masih ada kok sekolah yang sangat memperhatikan kebersihan dan kenyamanan lingkungan. Sebagian sekolah di Kota Tasikmalaya sekarang ini sedang gencar-gencarnya melakukan program go green. Program ini tidak hanya mewajibkan siswa untuk membuang sampah pada tempatnya, tapi juga menanamkan sikap mencintai lingkungan dengan cara melaksanakan program penghijauan di lingkungan sekolah terutama di lahan kosong yang gersang. Mereka memanfaatkan lahan kosong tersebut untuk mengekspresikan kreativitas cinta akan alam. Mereka juga memanfaatkan barang-barang bekas yang sudah tak lagi dipakai untuk diolah kembali menjadi barang-barang yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.

Selain dari masalah lingkungan luar, sekolah sehat juga dapat diwujudkan dengan memperhatikan kebersihan lingkungan kelas. Lingkungan kelas yang bersih sangat menunjang semangat belajar para siswa. Karena dengan senantiasa menjaga kebersihan kelas, suasana belajar akan terasa lebih menyenangkan, segar dan mengurangi kepenatan selama pembelajaran tengah berlangsung, prestasi pun meningkat. Banyak sekolah yang memberi penghargaan kepada kelas yang memiliki predikat kelas terbersih seperti pemberian tropi bergilir dan lain-lain. Kegiatan ini sangatlah mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat. Gimana sobat kepoers? Kalo aku sih yes.
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbud , Hamid Muhammad, juga mengimbau sekolah-sekolah untuk menerapkan praktik baik dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolahnya. Salah satu caranya yaitu, Hamid mengajak sekolah mengaktifkan kembali tugas regu piket kebersihan terutama kebersihan toilet sekolah. Selain itu ia juga mengimbau sekolah-sekolah untuk menyediakan tempat mencuci tangan bagi siswa yang lokasinya mudah diakses seperti di luar toilet di sekitar kantin dan di depan kelas.

BACA JUGA   Diduga Pemosting 'Embel' Open Bidding Rp. 500 Juta, Pegawai Inspektorat

Penyedian akses air yang bersih dan fasilitas toilet yang layak serta didukung oleh pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah merupakan bagian dari hak anak yang harus dipenuhi.

Hamid menuturkan bahwa beberapa sekolah di Indonesia sudah memiliki Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang sudah berjalan dengan baik. Unit Kesehatan Sekolah adalah salah satu pos yang membantu mewujudkan program sekolah sehat, pos ini membantu siswa dalam berkonsultasi seputar masalah kesehatan.
Standar sekolah sehat menurut hasil pengamatan para ahli adalah sebagai berikut :
1.Memiliki lingkungan yang bersih, indah, tertib, nyaman dan penghijauan yang memadai.
2.Memiliki akses air bersih yang memenuhi syarat kesehatan.
3.Memiliki kantin dan petugas kantin yang bersih, serta menyediakan menu bergizi seimbang.
4.Memiliki tempat pembuangan dan pengelolaan sampah yang memadai dan representatif.
5.Memiliki selokan yang tertutup sehingga tidak menimbulkan bau yang menyengat.
6.Memiliki ruang kelas yang memenuhi syarat kesehatan.
7.Memiliki sarana prasarana yang memenuhu standar kesehatan, kenyamanan dan keamanan.
8.Memiliki ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
9.Memiliki toilet yang memadai.
10.Memiliki taman dan kebun sekolah.

Strategi mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih dapat diwujudkan melalui kegiatan sebagai berikut :

1.Membuat perturan dan mewujudkannya.
2.Memberikan hukuman dan denda bagi yang melanggar.
3.Mewujudkan sikap kerja sama.
4.Memberikan teladan.
5.Mengontrol dan saling mengingatkan setiap harinya.

Sudah sepatutnya kita selaku generasi muda bangsa Indonesia lebih memperhatikan kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah karena seluruh kegiatan kita bermula dari sekolah, anggaplah sekolah sebagai rumah kedua yang senantiasa dijaga kebersihannya. Tidak lucu kan jika kita nyaman di tempat yang kebersihannya tidak terjamin, semua orang pasti merasa risih jika melihat tempat yang kotor. Tapi apa gunanya jika hanya melihat dan berkomentar, alangkah baiknya kita juga menjadi pelaku perubahan. Ajaklah teman-temanmu untuk senantiasa menjaga kebersihan terutama dilingkungan sekolah, mulai dari hal terkecil seperti membuang sampah pada tempatnya, mencuci tangan sebelum makan, membersihkan ruangan kelas dan lain-lain. Dengan mengajak orang lain untuk memiliki kesadaran itu berarti kamu telah menyelamatkan dan menperpanjang masa bumi ini. Kebersihan itu kan sebagian dari iman. Jadi jika ada diantara sobat kepoers yang tidak suka kebersihan berarti iman sobat belum sempurna tu hii. Generasi muda saatnya berubah, kalau bukan kita yang memulai, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

Penulis : Sakinatunnisa SMKN 1 Tasikmalaya

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!