Home / Kiprah Pemerintah / Peresmian Fase Implementasi Program WASH SDGs di Kota Tasik
Peresmian Fase Implementasi Program WASH SDGs di Kota Tasik

Peresmian Fase Implementasi Program WASH SDGs di Kota Tasik

Kota Tasikmalaya, tasikzone.com-SNV Indonesia secara resmi memulai fase implementasi Program WASH SDGs di Tasikmalaya pada pertemuan Kick Off Untuk kota yang inklusif dan berkelanjutan dengan tema ” Kota Tasikmalaya menuju pencapaian Stop Buang Air Besar Sembarangan dan Akses Sanitasi Aman” yang digelar di salah satu Hotel yang berada di jl yudanegara, senin (5/10/2018).

Program WASH SDGs yang didanai oleh Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Kerajaan Belanda, mendukung Kota Tasikmalaya, Kota Bandar Lampung dan Kota Metro sebagai kota pelopor yang membuka jalan untuk tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Air, Sanitasi dan Kebersihan.

“Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Air, Sanitasi dan Kebersihan, seperti yang tertera pada Peraturan Presiden No. 59 tahun 2017, adalah komitmen nasional. SNV Indonesia dengan bangga membantu pemerintah dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 6 yaitu akses sanitasi aman dan kebersihan yang berkelanjutan untuk semua.” Ujar Ibu Ismène Stalpers, Country Director, SNV Indonesia.

Pada pertemuan Kick Off tersebut, SNV Indonesia dan pemerintah Kota Tasikmalaya melakukan penandatanganan persetujuan untuk secara kolaboratif mengimplementasikan program.

Sebelum fase implementasi diresmikan, SNV Indonesia telah melakukan baseline survey pada awal tahun 2018 di 1,537 rumah tangga di Tasikmalaya.

Di Tasikmalaya, sebanyak 11% rumah tangga masih melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS). 89% sudah memiliki toilet namun hanya 45% nya yang memiliki penampungan tinja (tangki septik). Dari 45% yang memiliki penampungan tinja, hanya 10% yang melakukan penyedotan dan pengangkutan limbah tinja. 7% praktek pengolahan dan pembuangan yang dilakukan masih dikategorikan tidak aman.

Melalui Program WASH SDGs, SNV Indonesia mendukung pemerintah kota dalam membangun layanan sanitasi kota yang menyeluruh, inklusif dan berkelanjutan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap sanitasi aman dan kebersihan.

Sementara itu, Walikota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman mengatakan kita bekerjasama dalam peningkatan dalam sanitasi namun bantuannya tidak dalam bentuk infrastruktur akan tetapi berupa program-program peningkatan kapasitas dan kualitas terkait dngan optimalisasi sanitasi yang berada di kota Tasikmalaya.

“Menurut data kami Kita masih memiliki lahan yang harus kita garap, alhamdulillah di tahun 2018 ini baik dari APBD Kota maupun bantuan dari pemprov dan pemerintah pusat yang selama ini ada 18 Lokasi kawasan kumuh yang awalnya 276 Hektar sekarang tinggal 152 Hektar ” jelasnya.(Ibye)

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *