Home / Kuliner / Dibalik Menjamurnya Pedagang Tahu Sumedang
Ragam di balik Berjamurnya Tahu Sumedang

Dibalik Menjamurnya Pedagang Tahu Sumedang

Tasikzone.com-Panas terik dan hujan disertai petir tidak pernah menyurutkan semangat puluhan penjual tahu sumedang. Mereka – penjual tahu sumedang- siap mengadu nasib di sepanjang pinggir jalan daerah Limbangan dan Cicalengka hingga mulut tol Cilenyi. Dengan jarak sekitar beberapa meter saja dari jongko pedagang tahu sumedang satu ke jongko pedagang tahu sumedang lainnya.

“Wah banyak neng ga keitung penjual tahu sumedang mah dari ujung sana sampe sini wah banyak banget.” Kata Ujang sambil mengarahkan telunjuk tangan kanannya kearah jalan menuju Rancaekek.

Bahkan tahu sumedang yang mereka tawarkan kepada pembeli adalah jenis tahu yang sama. Tidak ada perbedaan antara penjual yang satu dengan yang lainnya. Baik dari jenis tahu maupun cara penyajian tahu yang mereka tawarkan. “Ya namanya rezeki mah neng sudah ada yang mengatur, udah punya rizki masing-masing ya ada yang laku ada juga yang enggak” Tambah Ujang sambil terus membolak-balikan tahu yang sedang digoreng.

Beberapa dari mereka – penjual tahu sumedang – tingkat lamanya berjualan di sepanjang pinggir jalan Cileunyi cukup beragam. Mulai dari yang baru berjualan sekitar lima bulan hingga yang sudah bertahun-tahun. Contohnya seperti seperti Enang Kusnadi. “Oh saya mah baru neng jualan di sini mah, ya sekitar lima bulanan mah ada lah.” Ungkap Enang Kusnadi sambil tersenyum hangat dan tangannya sibuk mengelap kaca gerobak tempat tahu yang dia jual disajikan.

Selain Enang ada pula yang berjualan sudah lima tahun, sepuluh tahun hingga yang sudah lebih dari 15 tahun seperti Ujang.Meskipun penjual tahu bisa dikatakan cukup banyak di sepanjang jalan Limbangan dan Cicalengka hingga daerah Cileunyi, mereka tetap bersaing secara sehat. Terkadang ada sedikit perselisihan namun hal itu tidak menimbulkan kekacauan yang fatal. “Ya kalo cara bersaing mah neng kita bersaing sebiasanya saja, yang namanya usaha mah asalkan kitanya rajin dan sabar insyaallah masalah rezeki mah ada yang ngatur, cuman ya keuntungannya memang ga terlalu gede tapi ya lumayan lah.” tambah Enang.

Siang berganti malam, mereka – penjual tahu sumedang – tidak pernah lelah meskipun harus berjualan non stop 24 jam. Waktu berjualanpun cukup beragam ada yang berjualan selama 24 jam penuh tanpa istirahat namun diseling dengan libur satu hari atau dua hari. Ada pula yang berjualan secara bergantian menggunakan sip siang dan sip malam. Namun ada juga yang berjualan hanya di sore dan malam hari saja contohnya seperti Enang, “ya biasanya saya jualan dari jam empat sore sampai pagi, tapi kadang cuman sampai malam, ya gimana maunya saja.” sambung Enang

Ada dua jenis pedagang tahu di sekitar daerah tersebut, yaitu penjual tahu sumedang asongan dan penjual tahu sumedang yang memiliki jongko sendiri. “Tahu sumedangnya teh, masih anget boleh mbaknya masnya, dibeli mbak mangga tahu sumedang, di tahuan di tahuan” seru salah seorang pedagang asongan yang hendak memasuki sebuah bus yang berhenti di daerah Cileunyi untuk menurunkan penumpang. Sembari penumpang turun, mereka – penjual tahu sumedang- masuk sambil menawarkan tahu kepada penumpang.

Identitas Penulis:
Nama: Rinda Suherlina
Alamat: Pondok Maharani, Gg. Plamboyan, Caringin, Jatinangor, Sumedang

Alamat Surel: rindasuherlina80@gmail.com
Status: Mahasiswa

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *