Home / Opini / Separuh Nafasku
Separuh Nafasku

Separuh Nafasku

Oleh : Rifyal Luthfi MR

Bismillah….Ketahuilah ada kalanya seseorang memiliki pasangan hidup yang berparas cantik dan menarik, tapi omongannya pedas dan menyakitkan. Juga ada yang wajahnya cantik hartanya berlimpah namun kikir terhadap sesama. Yang lain barangkali rupawan, ucapan enak didengar tetapi sangat boros. Ada pula seseorang yang pandai menyenangkan pasangan, pandai mengatur keuangan, namun kurang rajin beribadah.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa: “Manusia itu seperti unta. Di antara 100 ekor unta, sangat sulit kamu menemukan seekor yang sangat baik tunggangannya.” (HR. Bukhari Muslim).

Bagi istri hampir tidak mungkin mendapatkan suami yang begitu sempurna, ganteng, yang gagah perkasa, mulia, dermawan, berilmu luas, banyak sedekah, pandai mengendalikan amarah, mudah memaafkan orang lain, dan romantis atau humoris. Begitupun bagi suami hampir tidak mungkin memiliki seorang istri yang cantik, menarik, pandai menyenangkan suami, cekatan, pintar mengelola keuangan, rajin beribadah, sabar, serta sejuta sifat baik lainnya sehingga keadaannya sempurna.

Nasihat Rasulullah saw., berkenaan kekurangan yang ada pada pasangan kita, “Hendaknya seorang mukmin tidak meninggalkan seorang mukminah. Kalau dia membenci suatu perangai pada diri istrinya, dia pasti menyenangi perangai yang lain.” Pesan Rasulullah senapas dengan firman Allah swt.: “Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (An Nisa: 19).

Namun tentu bukan berarti kita membiarkan begitu saja beberapa aib ataupun kekurangan pasangan kita. Harus ada usaha berupa perkataan (nasihat lisan) maupun perbuatan (nasihat dengan teladan) untuk memperbaiki kekurangan pasangan. Namun tentunya usaha perbaikan tersebut harus diikuti dengan keikhlasan serta cara yang sebaik mungkin kita mampu, artinya mengingatkan dengan penuh ketulusan disertai hikmah atau kabajikan. Walaupun ada keterangan “Katakanlah kebenaran walaupun pahit rasanya”, maksudnya adalah katakanlah yang benar walaupun perkataan yang benar itu sulit dan sangat berat bagi diri sendiri atau bagi orang lain.
Tetapi dalam memberikan nasihat atau teguran haruslah kita kemas agar rasa paitnya menjadi manis yakni mengingingatkan dengan cara yang bijak dan penuh dengan hikmah, Firman Allah swt: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah. dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. (An-Nahl:125)

BACA JUGA   Pendapat Pakar Lingkungan Terkait Polemik Peternakan Ayam Di Citamiang

Hendaknya kita melihat tindakan memberi nasihat merupakan sebuah kewajiban menyampaikan ilmu ataupun nilai kebaikan yang orang lain pada saat itu belum memilikinya. Tentu saja dengan tetap menyadari orang yang kita nasihati memiliki beberapa kelebihan yang tidak kita miliki. Selain ikhlas dalam menasihati, penting pula ikhlas dalam menerima nasihat. Ketika kita dinasihati, hendaknya kita kendalikan serta lunakkan hati kita untuk ikhlas menerimanya. Dalam konsep kepemimpinan bisa disebut berani memimpin dan berani dipimpin. Dalam konsep islam juga disebutkan lebih seringlah mendengar daripada berbicara.

Adakalanya suatu nasihat kebenaran akan mendapatkan penolakan ketika cara penyampaiannya salah. Hendaknya kita pandai memilih metode dan waktu yang lebih tepat untuk menasihati pasangan kita. Dengan kelembutan bertutur kata, senyum yang menghiasi wajah, dan kata-kata yang baik saat bersua, merupakan sebuah metode yang menjadi hiasan dan dikenakan oleh orang-orang yang beriman, dan mencintai pasangannya.

Dalam bahasa pujangga dikatakan “Separuh nafasku kuingatkan dengan kebenaran yang abadi tuk menghantarkanmu ke surgawi.”Kemudian manakala kita diliputi oleh kesedihan atau mengalami kesusahan dalam mengarungi samudra kehidupan dengan pasangan, maka anugrahkanlah hal yang baik kepada orang lain dan berikanlah kepadanya kebaikan, niscaya kita akan menemukan kemudahan dan kesenangan dalam diri kita. Berilah orang yang tidak punya; tolonglah orang yang teraniaya; selamatkanlah orang yang kesulitan; beri makanlah orang yang lapar; jenguklah orang yang sakit; dan bantulah orang yang terkena musibah, perlakukanlah orang lain dengan baik dan berikanlah kebaikan kepada seluruh makhluk di muka bumi ini, niscaya kita akan menemukan kebahagiaan meliputi diri, pasangan kita, baik dari depan maupun dari belakang.

Hasbunallah wani`mal wakil

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!