Home / Opini / Peningkatan Jumlah Bencana Apa Akar Masalah dan Solusinya
IMG-20210313-WA0010

Peningkatan Jumlah Bencana Apa Akar Masalah dan Solusinya

Oleh: Yuyun Suminah
Member Komunitas Menulis Revowriter

Berkaitan dengan bencana yang saat ini marak terjadi, dapat kita lihat ada bencana yang terjadi karena faktor alam dan faktor non alam. Khusus untuk bencana karena faktor non alam artinya ada andil dari perbuatan manusia yang berakibat pada kerusakan lingkungan hingga menyebabkan bencana.

Kita sepakat bahwa bencana tentu tidak terjadi begitu saja, khususnya pada bencana banjir, tanah longsor atau kebakaran hutan. Terlalu naif jika kita selalu menyalahkan hujan, iklim atau faktor alam lainnya. Karena faktanya, ulah tangan manusialah yang berandil besar hingga bencana kerap terjadi di berbagai wilayah.

Adapun di Jawa Barat sendiri jumlah peristiwa bencana selama bulan Februari 2021 alami peningkatan dibanding Januari 2021. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Budi Budiman Wahyu menyatakan sejak tanggal 1 hingga 28 Februari 2021 terjadi 275 kejadian bencana alam di wilayah Jawa Barat. Sementara pada Januari tercatat 225 peristiwa. (Pikiranralyat.com 05/03/21)

Selain itu faktor non alam lainnya adalah sifat manusia yang saat ini jauh dari norma-norma kemanusiaan. Hingga tidak lagi memperdulikan lingkungan serta dampak yang nantinya terkorelasi dengan kejadian bencana alam. Semua itu tidak lain diakibatkan oleh penerapan sistem demokrasi kapitalis yang memang sudah rusak hingga mengikis rasa kemanusiaan.

Andil dari kebijakan penguasa yang pro terhadap kapitalis ternyata mempunyai pengaruh terutama dalam membuat kebijakan. Dalam sistem kapitalis yang berlandaskan asas manfaat atau materi akan melahirkan manusia-manusia yang serakah, lebih mementingkan keuntungan materi dari pada dampak yang diakibatkannya.

Seperti pengalih fungsian lahan, lahan yang seharusnya jadi resapan air kini dibangun berbagai bangunan. Hingga lahan persawahan, lahan pertanian, bahkan hutan-hutan dan lahan gambut yang berfungsi sebagai reservoir air berubah menjadi kawasan perumahan, industri, tempat having fun, jalan-jalan dan kawasan bersemen dan berbeton.

Tanpa memperhatikan aspek lingkungan maka bencana pun tidak bisa dihindari seperti banjir dan tanah longsor. Itu semua karena sistem yang dipakai adalah sistem buatan manusia yang mempunyai keterbatasan dalam segala hal. Itulah akar masalah dari bencana yang terjadi memakai aturan buatan mausia yaitu kapitalis-demokrasi..

“Telah nyata kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan manusia, supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan Allah SWT).” (TQS ar-Rum [30]: 41)

Walaupun ketika bencana itu sudah terjadi itu diluar kuasa manusia, hanya sikap sabar menerima atas ketentuanNya. Allah SWT menyatakan bahwa musibah, termasuk bencana alam, memang terjadi sesuai dengan kehendak dan ketentuan-Nya sebagai qada-Nya (TQS At-Taubah [9]: 51).

hanya saja manusia diberikan potensi untuk berpikir dan merenung, apa penyebab terjadinya bencana dan langkah upaya apa untuk mengurangi dampak dari bencana tersebut. Lantas apa solusi untuk meminimalkan potensi terjadinya bencana?

Allah SWT telah menurunkan aturan yang ada didalam Alquran dan Assunah, dari dua pedoman tersebut lahirlah sebuah aturan. Termasuk aturan dalam menjaga alam dari kerusakan yang menyebabkan bencana. Sudah seharusnya mengembalikan aturan dengan syariatNya karena didalam Islam semua aturan lahir dari Sang Pencipta yang Maha Mengetahui untuk manusia.

Dalam sistem Islam akan melahirkan manusia-manusia yang bertakwa yang takut akan siksa dan peringatanNya. Sehingga manusia akan menjalankan tugasnya sebagai hamba yang taat. Itu semua bisa terwujud ketika negaranya menerapkan syariatNya dalam berbagai aturan kehidupan. Tidak hanya aturan yang berkaitan dengan perkara ibadah saja melainkan semuanya mulai dari aturan ekonomi, sosial, pendidikan termasuk dalam mengatur lahan.

Peran negara punya andil besar dalam mewujudkannya karena negara punya kekuatan untuk mengerahkan segala bentuk sumber daya manusia dengan aturan yang digunakannya. seperti para ahli yang akan memperhitungan potensi bencana, mengatur lahan, tindakan pencegahan dan lain-lain. Dengan bantuan para ahli negara akan mengikuti arahan dalam mengelola lahan. Negara juga punya wewenang memberikan sangsi tegas bagi siapa saja yang melanggar aturan baik para korporasi, masyarakat maupun individu.

“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (TQS. Thaha [20] : 124). Wallaahu a’lam bi ash-Shawwab.

Yuyun Suminah Member Komunitas Menulis Revowriter
Yuyun Suminah Member Komunitas Menulis Revowriter

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!