Home / Peristiwa / Merespon PPKM Darurat, ACT bersama Satgas Tasikmalaya Gelar Aksi Bagi Beras
IMG-20210709-WA0011

Merespon PPKM Darurat, ACT bersama Satgas Tasikmalaya Gelar Aksi Bagi Beras

Kota Tasikmalaya, tasikzone.com-Menjelang satu pekan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diberlakukan di Jawa-Bali Salah satunya Tasikmalaya, tampak beberapa ruas jalan utama kota nampak sepi dan diberlakukan penutupan jalan untuk sementara.

Berbagai persoalanpun muncul pasca pemberlakuan kebijakan ini, kususnya para pekerja harian seperti pedagang keliling, penarik becak, ojek online dan lain-lain yang terbiasa mencari nafkah setiap harinya. Seperti halnya di Jl KHZ Mustofa Tasikmalaya, jalan yang biasanya ramai dikunjungi banyak orang baik untuk belanja ataupun hanya sekedar mencari angin.

Namun saat ini akibat dari penutupan ini kondisinya sangat sepi, nampak beberapa penjual hanya terdiam berharap barangnya laku terjual habis.

Dengan membawa spirit solidaritas Aksi Cepat Tanggap Tasikmalaya bersama MRI yang dibersamai dengan tim Satuan Gugus Tugas Tasikmalaya merespon kondisi ini dengan menggelar aksi operasi pangan gratis dengan membagikan 300 paket beras untuk para pekerja harian disepanjang jalanan HZ, Jum’at (9/7/21).

“Ditengah pemberlakuan pembatasan ini kita tau bahwa bayak saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan terlebih mereka yang terdampak langsung seperti para pekerja harian, Alhamdulillah hari ini kami bersama tim Satgas Tasikmalaya membawa spirit yang sama yaitu spirit solidaritas, gotong royong, saling menguatkan dan meringankan beban sesama dengan mendistribusikan 300 paket beras untuk para pekerja harian di sepanjang jalana n HZ dan sekitarnya, harapannya, dari sini kebersamaan tercipta sehingga rasa optimisme terbangun” Ungkap Taufik Perdana Selaku Head Area ACT Priangan Timur

Seperti halnya Kusnadi, salah satu penjual pisang keliling yang seringkali mangkal di jalanan HZ ini mengaku penghasilannya menurun, khususnya sejak pandemi melanda Indonesia, apalagi sekarang adanya PPKM di Tasikmalaya yang membuat dirinya harus berusaha lebih keras untuk menjual pisangnya.

“sateuacan sareng saatos corona karaos pisan perbentenanan, penghasilan oge menurun, ayeuna ditambih kieu (PPKM) janteun langkung sepi mung atos sakedahna nears ikhtiar, abi oge nganuhunkeun ieu aya bantosan beras mudah-mudahan teras sehat” Ungkapnya sambil berterimakasih.(ib/rls)

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!