Home / Opini / Kematian Itu Tergantung Hidupnya Seseorang
IMG-20200225-WA0025

Kematian Itu Tergantung Hidupnya Seseorang

Oleh: Rifyal Luthfi MR

Semua manusia sepakat bahwasanya kematian akan datang secara tiba-tiba. Kematian tidak pernah peduli dengan kondisi setiap manusia. Apakah manusia itu dalam keadaan ketaatan kepada Allah atau dalam keadaan sedang bermaksiat. Apakah manusia itu dalam keadaan sakit ataupun dalam keadaan sehat. Semuanya terjadi tiba-tiba.

firman Allah SWT Dalam Surat Al-An’am Ayat 60: ” Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan” (QS. Al-An’am Ayat : 60)
Kemudian Firnan Allah SWT Dalam Surat Al-Jumu’ah Ayat 8: ”Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS. Al-Jumu’ah Ayat : 8)

Rasulullah SAW Bersabda: “Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan kondisi meninggalnya” (HR Muslim No 2878)
Seorang penyair berkebangsaan Timur Tengah, berkata: “Berbekallah ketakwaan karena sesungguhnya engkau tidak tahu. Jika malam telah tiba apakah engkau masih bisa hidup hingga pagi hari. Betapa banyak orang yang sehat kemudian meninggal tanpa didahului sakit.

Dan betapa banyak orang yang sakit yang masih bisa hidup beberapa lama lagi. Betapa banyak pemuda yang tertawa di pagi dan petang hari. Padahal kafan mereka sedang ditenun dalam keadaan mereka tidak sadar. Betapa banyak anak-anak yang diharapkan panjang umur, Padahal tubuh mereka telah dimasukkan dalam kegelapan kuburan. Betapa banyak mempelai wanita yang dirias untuk dipersembahkan kepada mempelai lelaki, Padahal ruh mereka telah dicabut tatkala di malam lailatul qodar.

Seharusnya, setiap manusia selalu berharap dianugrahi husnul khotimah. Diharapkan ajal menjemput tatkala manusia sedang menunaikan ibadah, tatkala sedang bertaubat , tatkala sedang mengingat kepada Allah SWT. Betapa banyak manusia yang berharap meninggal dalam keadaan husnul khotimah, namun kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya. Suul khootimah lah yang ada pada saat maut menjemputnya, tatkala manusia itu sedang dalam keadaan bermaksiat kepada Allah SWT.

Bagaimana mungkin seseorang meninggal dalam kondisi husnul Khotimah, sementara hari-harinya ia penuhi dengan perbuatan maksiat kepada Allah SWT. Hari-harinya dipenuhi tanpa menjaga pendengaran dan pandangannya. Selalu mengumbar hatinya, sehingga selalu dipenuhi dengan beragam penyakit hati. Lisannya jauh dari dzikir dan lupa mengingat Allah SWT.
Naudzubillahi min dzalik

Hasbunallah wanimal wakil

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!