Home / Ragam / Gema Leuwisari Pinta PPK transparansi Anggaran Bimtek dan Pelantikan KPPS
IMG-20240204-WA0012

Gema Leuwisari Pinta PPK transparansi Anggaran Bimtek dan Pelantikan KPPS

Kabupaten Tasikmalaya, tasikzone.com – Gerakan mahasiswa Leuwisari dengan penuh keseriusan ingin menyuarakan keprihatinan mereka terkait dengan transparansi anggaran BIMTEK dan Pelantikan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) se-Kecamatan Leuwisari.

Meskipun dianggap sebagai pilar penting dalam proses demokrasi, proses ini menimbulkan tanda tanya besar di tubuh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya.

Seperti yang disampaikan Indra Maulana selalu Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Leuwisari, melalui Pers Rilis yang diterima Wartawan, minggu (04/02/2023)

Menurutnya, mahasiswa yang telah bersiap dengan pertanyaan dan aspirasi dari masyarakat, hadir dengan niat baik untuk berdialog dan mencari pemahaman lebih dalam mengenai transparansi serta kejelasan anggaran BIMTEK dan Pelantikan KPPS yang beberapa hari kebelakang dilaksanakan.

“Dalam pelaksanaan BIMTEK dan Pelantikan KPPS yang di selenggarakan beberapa hari kebelakang di Kecamatan Leuwisari di alokasikan dengan anggaran yang cukup fantastis kurang lebih sebesar Rp. 288.085.000,” katanya

Tentunya, ini sangat menimbulkan kecurigaan tindak pidana korupsi didalamnya. Karena pada pelaksanaannya ada beberapa dugaan hak yang di potong oleh Penyelenggara Pemilu dari mulai Transportasi Pelantikan KPPS.

BACA JUGA   Dampak Gempa 6,9 SR, BPBD Kota Tasik : Sementara 6 Rumah Roboh Dan Satu Orang Luka-Luka

“transportasi BIMTEK KPPS, Kondisi Konsumsi yang tidak sesuai dengan anggarannya, belum lagi uang wifi, sewa ruangan, biaya internet dan lain-lainnya. Sehingga dalam kajian kami menghitung hampir ada 100 Juta lebih uang yang masih dipertanyakan keberadaannya”tandansya

Indra Maulana juga menyampaikan Pada audiensi yang tadi dilakukan tentunya kita juga meminta PPK Leuwisari agar dapat memberikan transparansi anggaran BIMTEK dan Pelantikan KPPS Se-Kecamatan Leuwisari selama 10 hari kerja dan mereka siap melakukan itu.

“Tentunya kami juga menduga bahwa ada permainan yang di lakukan oleh KPU Kabupaten Tasikmalaya pada awal mulanya, sehingga tentu kasus ini harus tetap kami kawal ke tingkat daerah,” bebernya

Ditempat yang sama Aditya Ramdhan selalu Korlap juga menambahkan Gerakan Mahasiswa Leuwisari berkomitmen untuk terus mengadvokasi hak partisipasi masyarakat dan transparansi anggaran tersebut.

“demi mewujudkan lembaga penyelenggara pemilu yang transparansi, akuntabel dan bersih dari perilaku korupsi,”pungkasnya (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *