Home / Ragam / SPPG Cibadak 2 Tegaskan Sudah Libatkan UMKM Lokal dalam Program MBG
IMG_20260518_181326

SPPG Cibadak 2 Tegaskan Sudah Libatkan UMKM Lokal dalam Program MBG

CIAMIS, Tasikzone.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dinilai tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, tetapi juga memberikan dampak terhadap penguatan ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Selain mendukung pemenuhan gizi masyarakat, keberadaan dapur MBG juga disebut mampu membuka lapangan pekerjaan baru, memberdayakan pelaku UMKM lokal, serta mendorong perputaran ekonomi desa melalui keterlibatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Salah satu mitra Badan Gizi Nasional (BGN), Yayasan Bina Sosial Sukatani selaku pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banjarsari Cibadak 2, menyatakan bahwa pihaknya selama ini telah melibatkan pelaku UMKM dan BUMDes dalam pemenuhan kebutuhan bahan baku operasional dapur MBG.

Penjelasan tersebut disampaikan menyusul munculnya pernyataan Kepala Desa Cibadak, Margo, saat peresmian Dapur SPPG Banjarsari Cibadak 3 beberapa waktu lalu. Dalam pernyataannya di salah satu media online, disebutkan bahwa keberadaan dua dapur MBG yang telah beroperasi di Desa Cibadak dinilai belum memberikan manfaat signifikan bagi pelaku UMKM setempat.

Menanggapi hal itu, Pengawas Keuangan SPPG Banjarsari Cibadak 2, Hendris, memberikan klarifikasi. Ia menilai pernyataan tersebut perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat maupun merugikan pihak pengelola SPPG.

“Perlu ada penjelasan supaya tidak berkembang menjadi opini yang menyesatkan atau menimbulkan konflik dan kesalahpahaman terhadap keberadaan SPPG,” ujar Hendris kepada sejumlah awak media.

Ia menjelaskan, sejak beroperasi pihaknya telah menggandeng sejumlah pelaku usaha lokal di Desa Cibadak untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dapur MBG. Mulai dari pemasok daging sapi, ayam, telur, hingga produk olahan makanan dan bumbu masak berasal dari warga setempat.

BACA JUGA   Ajengan Mimih Khoeruman Meninggal, Kapolres Tasikmalaya Sampaikan Belasungkawa

Menurut Hendris, sebagian besar supplier yang bekerja sama dengan SPPG berasal dari masyarakat lokal. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk implementasi arahan dari Badan Gizi Nasional agar program MBG turut memberdayakan pelaku UMKM di daerah.

“Kami sangat terbuka dan justru mendorong keterlibatan UMKM lokal. Dari data supplier yang ada, mayoritas merupakan warga Desa Cibadak. Artinya, kami sudah berupaya menjalankan arahan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa kedatangannya menemui Kepala Desa Cibadak bertujuan untuk melakukan tabayun dan menyamakan persepsi. Menurutnya, apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan program, pihaknya siap menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.

Sementara itu, Kepala Desa Cibadak, Margo, menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang muncul akibat pernyataannya saat diwawancarai awak media dalam acara peresmian SPPG Cibadak 3.

Ia mengaku pernyataan tersebut disampaikan secara spontan dan tidak bermaksud menimbulkan polemik maupun kesan menyudutkan pihak tertentu.

“Sebelumnya kami memang sempat mengumpulkan pelaku UMKM untuk menyerap aspirasi terkait keterlibatan mereka dalam program ini. Namun karena keterbatasan modal dan fasilitas, belum semua UMKM dapat terakomodasi,” ujarnya.

Margo menyebut, dari puluhan pelaku UMKM yang ada di Desa Cibadak, baru sebagian kecil yang sejauh ini dapat difasilitasi.

Di tempat yang sama, Babinsa Koramil Banjarsari, Totok, menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara baik-baik melalui klarifikasi kedua belah pihak.

“Pak Kepala Desa sudah menyampaikan permohonan maaf, kemudian pihak SPPG juga sudah memberikan penjelasan. Semua sudah saling memahami dan menyelesaikan persoalan ini secara baik,” pungkasnya. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *