Home / Kota Tasikmalaya / TNI dan OJK Bersinergi Cegah Judi Online serta Pinjaman Online Ilegal
IMG_20260518_175440

TNI dan OJK Bersinergi Cegah Judi Online serta Pinjaman Online Ilegal

Tasikzone.com – Memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Kodim 0612/Tasikmalaya bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya menggelar kegiatan edukasi bertajuk penolakan terhadap judi online, pinjaman online ilegal, serta berbagai aktivitas keuangan ilegal lainnya, Senin (18/05/2026), di Aula Makodim 0612/Tasikmalaya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kolaboratif antara TNI dan OJK dalam meningkatkan literasi serta kewaspadaan prajurit terhadap maraknya ancaman kejahatan finansial berbasis digital yang kini semakin berkembang di tengah masyarakat.

Acara diikuti oleh anggota TNI dari jajaran Kodim 0612/Tasikmalaya. Suasana kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang membangkitkan semangat nasionalisme dan kebersamaan.

Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya yang diwakili Kasdim Mayor Czi Wawan MN dalam sambutannya menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital harus dibarengi dengan kesiapan mental serta kemampuan memahami risiko yang muncul di era digital.

Ia menyebut praktik judi online, pinjaman online ilegal, hingga penipuan keuangan digital telah menjadi ancaman serius yang tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi, tetapi juga dapat merusak kehidupan sosial dan keharmonisan keluarga.

“Prajurit harus mampu menjadi teladan dalam penggunaan teknologi secara bijak, sekaligus memiliki kemampuan melindungi diri dan keluarga dari berbagai jebakan aktivitas ilegal di dunia digital,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Herawati, menjelaskan bahwa kemajuan teknologi digital di satu sisi memberikan kemudahan bagi masyarakat, namun di sisi lain juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan keuangan dengan berbagai modus yang semakin canggih.

Ia mengungkapkan, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan tahun 2025, masih banyak masyarakat yang sudah menggunakan layanan keuangan digital tetapi belum memahami aspek keamanan dan risiko penggunaannya. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab meningkatnya korban penipuan keuangan digital.

Menurut Nofa, pola kejahatan saat ini terus berkembang dengan memanfaatkan teknologi modern, termasuk penggunaan Artificial Intelligence (AI). Salah satu modus yang mulai marak yakni panggilan tanpa suara atau silence call yang diduga digunakan untuk merekam sampel suara korban guna kepentingan penipuan.

BACA JUGA   Pantauan ATCS Perayaan Tahun Baru Di Kota Tasik Berlangsung Kondusif

Ia juga menyebut Jawa Barat termasuk wilayah dengan tingkat laporan aktivitas keuangan ilegal yang cukup tinggi. Karena itu, diperlukan keterlibatan seluruh elemen, termasuk aparat kewilayahan, dalam memperkuat edukasi kepada masyarakat.

“OJK bersama Satgas PASTI terus melakukan penguatan pencegahan dan penindakan terhadap aktivitas keuangan ilegal. Kami berharap Babinsa dan anggota Kodim dapat ikut menjadi ujung tombak edukasi di lingkungan masyarakat,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi anti judi online, pinjaman online ilegal, dan aktivitas keuangan ilegal lainnya.

Pada sesi utama, peserta mendapatkan materi edukatif mengenai berbagai modus penipuan digital, investasi ilegal, bahaya pinjaman online tanpa izin, hingga cara mengenali layanan keuangan resmi yang aman dan terdaftar.

Kegiatan berlangsung interaktif ketika memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta tampak antusias menanyakan berbagai persoalan yang kini marak terjadi, mulai dari modus penipuan melalui media sosial dan pesan singkat, aplikasi pinjaman online ilegal, hingga langkah pencegahan agar tidak terjebak praktik judi online yang semakin mudah diakses melalui perangkat digital.

Selain itu, banyak peserta juga berkonsultasi mengenai keamanan data pribadi dan cara membedakan layanan keuangan legal dengan yang ilegal. Seluruh pertanyaan dijawab langsung oleh pihak OJK dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga suasana diskusi berlangsung aktif dan edukatif.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Materi yang dikemas secara komunikatif dan relevan dengan kondisi di masyarakat membuat kegiatan ini tidak sekadar seremonial, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang memberikan manfaat nyata.

Melalui kegiatan tersebut, Kodim 0612/Tasikmalaya menegaskan komitmennya dalam mendukung terciptanya masyarakat yang lebih sadar hukum, memiliki literasi keuangan yang baik, serta mampu terhindar dari pengaruh aktivitas keuangan ilegal di era digital. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *