Tasikzone.com – Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, menyoroti pentingnya koperasi sebagai sarana membangun kekuatan ekonomi sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
Hal ini Disampaikan Plh Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra saat menghadiri RAT Pungurus Pusat Koprasi Tasikmalaya, Sabtu (09/05/2026) di Aula Tugu Koprasi Jl Dr Mohamad Hatta Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat
Menurutnya, dalam dunia usaha terdapat dua bentuk bisnis, yakni bisnis pribadi dan bisnis komunal. Dari berbagai bentuk usaha komunal, koperasi menjadi salah satu yang paling dekat dan dikenal masyarakat.
“Ada dua jenis bisnis, yaitu bisnis pribadi dan bisnis komunal. Nah, koperasi ini salah satu bentuk bisnis komunal yang dimiliki bersama dan sangat dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kota Tasikmalaya memiliki sejarah panjang dalam perkembangan koperasi di Indonesia. Karena itu, dirinya sempat mengingatkan pemerintah pusat terkait pembentukan Koperasi Desa (Kopdes).
“Kami bukan memprotes, tetapi hanya mengingatkan pemerintah pusat. Ketika muncul program Kopdes, kenapa Kota Tasikmalaya tidak menjadi perhatian khusus, padahal tugu koperasi ada di sini dan Kongres Koperasi tahun 1947 juga berlangsung di Tasikmalaya,” katanya.
Yang akhirnya melalui Instruksi Presiden Nomor 9 turunlah Koprasi yang ada di Kelurahan Kota Tasikmalaya, hal ini momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat koperasi di tengah masyarakat.
Ia menilai, koperasi memiliki peran strategis dalam menciptakan pelaku usaha pemula sekaligus membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Selain memiliki kekuatan dari sisi usaha, koperasi juga dinilai penting dalam membangun budaya kerja sama antarmasyarakat.
“Koperasi itu penting bukan hanya dari sisi bisnisnya, tetapi juga dari sisi kebersamaan dan kerja sama antarwarga,” ucapnya.
Diky mengakui, saat ini masyarakat cenderung berjalan sendiri-sendiri dan mulai sulit membangun komunikasi maupun kerja sama. Kondisi tersebut, menurutnya, bahkan terlihat dalam kehidupan sosial dan pemerintahan yang kerap diwarnai polarisasi.
Karena itu, ia menyebut filosofi koperasi masih sangat relevan diterapkan di tengah kehidupan modern. Ia mengibaratkan koperasi seperti sapu lidi yang akan memiliki kekuatan ketika disatukan.
“Kalau hanya satu lidi, manfaatnya kecil dan mudah patah. Tetapi ketika banyak lidi disatukan menjadi satu sapu, maka akan lebih kuat dan memberi manfaat lebih besar. Filosofi koperasi itu seperti itu, mengingatkan kita bahwa ada banyak hal yang tidak bisa dikerjakan sendiri dan harus dilakukan bersama-sama,” pungkasnya. (***)
Tasik Zone Kreativitas Muda Untuk Indonesia