Tasikzone.com – Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, memimpin langsung Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang digelar di halaman salah satu gedung di Jalan KH Lukmanul Hakim, Minggu (26/04/2026).
Dalam keterangannya kepada wartawan, Viman menegaskan bahwa peringatan HKB tahun ini harus diwujudkan melalui aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah kegiatan pembersihan saluran air sebagai bagian dari program pelestarian lingkungan.
Menurutnya, upaya tersebut penting untuk meminimalkan potensi banjir sekaligus menjaga fungsi sungai agar tetap optimal. Selain itu, Pemerintah Kota Tasikmalaya juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif menghadapi musim kemarau, seperti memastikan ketersediaan air bersih serta mengoptimalkan sarana pendukung, di antaranya SPAM, embung, dan jaringan saluran air.
“Seluruh unsur pemerintah, termasuk Forkopimda dan TNI-Polri, harus bergerak bersama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem,” ujarnya.
Viman mengungkapkan, dalam beberapa bulan terakhir Kota Tasikmalaya sempat mengalami curah hujan tinggi yang memicu sejumlah kejadian banjir, termasuk di wilayah Cimindi dan Cikalang. Ia menilai, persoalan banjir tidak hanya disebabkan oleh tingginya intensitas hujan, tetapi juga perlu diurai dari sisi teknis dan tata kelola lingkungan.

Ia mencontohkan wilayah Cikalang yang selama ini kerap dilanda banjir, kini mulai ditangani melalui sejumlah langkah seperti pembongkaran pintu air dan normalisasi saluran. Pemerintah, kata dia, terus berupaya mencari solusi yang berkelanjutan.
Viman juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanganan bencana. Ia menilai, besarnya anggaran tidak akan efektif tanpa adanya gerak bersama dari seluruh pihak. Untuk itu, meskipun dengan keterbatasan anggaran, Pemkot Tasikmalaya mengedepankan sinergi guna menghasilkan solusi nyata.
“Banjir ini salah satu penyebab utamanya adalah sampah. Karena itu, perlu keterlibatan semua pihak. Kami juga tengah mengkaji rekayasa teknis di beberapa titik, termasuk di jembatan dekat RSUD, agar aliran air dapat lebih terkendali,” jelasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Hanafi, menyampaikan bahwa peringatan HKB 2026 mengusung tema nasional “Siap Untuk Selamat” dengan subtema “Bersatu Dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana” sesuai arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Ia memaparkan, sepanjang Januari hingga Maret 2026, Kota Tasikmalaya mencatat 67 kejadian bencana, terdiri dari 19 kejadian longsor, 42 peristiwa cuaca ekstrem, dan 6 kejadian banjir.
Menurut Hanafi, banjir yang terjadi umumnya berupa genangan akibat tingginya curah hujan serta kapasitas saluran air yang belum optimal. Pemilihan wilayah Tugujaya sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada tingkat kerawanan genangan yang cukup tinggi, sekaligus tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan mitigasi.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana terus meningkat. Edukasi, simulasi, dan aksi lingkungan akan dilakukan secara berkelanjutan agar kesiapsiagaan menjadi budaya, mulai dari tingkat keluarga hingga lingkungan,” pungkasnya. (***)
Tasik Zone Kreativitas Muda Untuk Indonesia