Home / Kiprah Pemerintah / Investasi Belasan Triliun, Kendal Jadi Magnet Industri Baru di Jawa Tengah
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari. Foto : Screenshot Podcast BeritaSatu Bertajuk Relasi
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari. Foto : Screenshot Podcast BeritaSatu Bertajuk Relasi

Investasi Belasan Triliun, Kendal Jadi Magnet Industri Baru di Jawa Tengah

Tasikzone.com – Podcast BeritaSatu bertajuk RELASI menghadirkan wawancara eksklusif dengan Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, yang mengulas capaian ekonomi daerahnya sekaligus arah pembangunan ke depan.

Pemerintah Kabupaten Kendal mencatatkan kinerja ekonomi yang impresif sepanjang 2025. Dalam wawancara tersebut, Dyah Kartika mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kendal mencapai 7,99 persen, tertinggi di wilayah Jawa Tengah.

Tak hanya itu, dari sisi investasi, Kendal juga mencatatkan realisasi tertinggi di provinsi dengan nilai mencapai Rp15,85 triliun. Capaian ini didorong kuat oleh keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal yang kini menjadi magnet industri dan investasi.

“KEK Kendal telah menyerap sekitar 65.000 tenaga kerja dari 258 perusahaan yang beroperasi,” ujar Dyah. Seperti yang dilansir dalam Podcast BeritaSatu bertajuk RELASI

Ke depan, pemerintah daerah terus mendorong ekspansi kawasan industri. Salah satunya melalui rencana pengembangan Kawasan Industri Seafer yang diproyeksikan menambah sekitar 1.200 hektare lahan industri baru.

Dalam upaya efisiensi anggaran, Pemkab Kendal juga menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara setiap hari Jumat. Kebijakan ini bertujuan menghemat penggunaan bahan bakar dan listrik, tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.

BACA JUGA   BKD kabupaten Tasikmalaya Selenggarakan Diklat Pengelolaan Keuangan

Selain fokus pada infrastruktur dan industri, penguatan sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama. Pemkab Kendal mendorong sinergi antara dunia pendidikan dan industri melalui pengembangan sekolah vokasi, serta menghadirkan program beasiswa “Satu Desa, Satu Sarjana” bagi masyarakat kurang mampu.

Pesatnya pertumbuhan industri turut memunculkan tantangan baru, terutama kebutuhan hunian. Pemerintah daerah mencatat kebutuhan mendesak akan pembangunan hotel, apartemen, hingga rumah susun sederhana sewa (rusunawa) untuk menampung tenaga kerja dan ekspatriat.

Di sisi lain, peningkatan konektivitas juga menjadi agenda strategis. Pemkab Kendal telah mengusulkan pembangunan jalan baru kepada pemerintah pusat guna memperkuat akses kawasan industri dengan jalur nasional.

Sebagai salah satu kepala daerah perempuan, Dyah Kartika juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara kepemimpinan politik dan kehidupan keluarga. Ia menilai keduanya dapat berjalan selaras dengan manajemen waktu yang baik.

Menutup perbincangan, Dyah menyampaikan pesan kepada generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi dan waktu secara efektif untuk meningkatkan kapasitas diri serta berkontribusi bagi masyarakat.

“Anak muda harus adaptif dan produktif, karena masa depan daerah ada di tangan mereka,” pungkasnya. (***)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *