Tasikzone.com – Ribuan guru madrasah dan sekolah swasta di Kota Tasikmalaya menggelar apel akbar di depan Balai Kota Tasikmalaya, sebagai bentuk penyampaian aspirasi terhadap kebijakan pemerintah pusat, khususnya terkait pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Senin (26/01/2025)
Koordinator aksi, Arif Ripandi, menyatakan bahwa aksi tersebut bukan menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG), melainkan menyoroti kebijakan afirmasi pemerintah yang dinilai tidak adil, terutama rencana pengangkatan sekitar 32 ribu petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi PPPK.
“SPPG baru berjalan sekitar enam bulan, dikelola dapur swasta, tapi dengan mudah mendapat afirmasi PPPK. Sementara guru madrasah dan sekolah swasta sudah puluhan tahun mengabdi, hingga kini belum mendapat prioritas pengangkatan dan peningkatan kesejahteraan,” kata Arif.
Ia menegaskan, pemerintah seharusnya memprioritaskan guru swasta dan madrasah melalui revisi regulasi, termasuk Undang-Undang ASN, Undang-Undang Guru dan Dosen, serta Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.
“Yang kurang itu kemauan politik pemerintah. Guru madrasah digaji Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per bulan, sementara honor petugas SPPG nilainya jauh lebih besar,” ujarnya.
Arif pun meminta Presiden RI segera mengeluarkan Instruksi Presiden khusus untuk percepatan pengangkatan guru madrasah dan sekolah swasta menjadi PPPK. “Kesejahteraan guru akan berdampak langsung pada kualitas pendidikan,” pungkasnya.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, hadir menemui massa aksi. Ia tampak terharu saat lagu Himne Guru dikumandangkan, mengingat almarhum ayahnya yang juga berprofesi sebagai guru.
“Saya merasakan betul apa yang dirasakan para guru honorer hari ini,” ujar Diky.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Tasikmalaya memiliki keterbatasan kewenangan dalam pengangkatan PPPK, namun siap meneruskan aspirasi guru madrasah kepada Wali Kota dan pemerintah pusat.
“Sebagian persoalan ini lintas sektor. Kami akan berupaya menjadi penghubung agar aspirasi para guru dapat tersampaikan kepada pihak yang berwenang,” katanya.
Diky juga menegaskan komitmen Pemkot Tasikmalaya dalam mendukung peran strategis guru madrasah dalam membentuk generasi yang berilmu dan berakhlak. (***)
Tasik Zone Kreativitas Muda Untuk Indonesia