Tasikzone.com – Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Kota Tasikmalaya menyatakan kecaman keras terhadap beredarnya konten media sosial yang dibuat oleh seorang influencer berinisial SL.
Konten tersebut mengajak pelajar, termasuk siswi, untuk terlibat dalam pembuatan konten dengan iming-iming uang sebesar Rp. 100.000 serta kesediaan berperan sebagai “pacar” selama satu jam.
Konten yang dibalut seolah sebagai hiburan atau gimmick itu dinilai telah melampaui batas etika dan kepatutan. Di dalamnya ditampilkan interaksi fisik dan emosional, mulai dari bergandengan tangan, disuapi, hingga diajak berkeliling, yang secara nyata menempatkan perempuan terutama pelajar dalam posisi rentan dan tidak setara.
KOPRI Kota Tasikmalaya menegaskan bahwa fenomena tersebut tidak bisa dipandang semata sebagai upaya mencari viralitas. Lebih dari itu, konten tersebut merupakan bentuk eksploitasi simbolik terhadap tubuh, perasaan, dan ruang aman perempuan yang dibungkus dengan dalih hiburan.
“Ini bukan konten lucu atau sekadar hiburan. Ini adalah bentuk eksploitasi terhadap perempuan dan pelajar. Ketika relasi kuasa antara influencer dan pengikutnya dimanfaatkan, apalagi dengan iming-iming uang, maka persetujuan yang terjadi patut dipertanyakan secara etis dan moral,” tegas Ketua KOPRI Kota Tasikmalaya, Layla Safitri.
Ia menambahkan, pelibatan pelajar dalam konten semacam ini berpotensi melanggar prinsip perlindungan anak serta memperkuat budaya objektifikasi perempuan di ruang digital.
“Perempuan bukan objek konten dan pelajar bukan bahan hiburan. Popularitas tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan martabat serta rasa aman perempuan,” pungkasnya. (***)
Tasik Zone Kreativitas Muda Untuk Indonesia