Home / Opini / Siapkah Diri Kita Tuk Menyambut Ramadhan?
Siapkah Diri Kita Tuk Menyambut Ramadhan

Siapkah Diri Kita Tuk Menyambut Ramadhan?

Oleh Rifyal Luthfi MR

Setahun berlalu kita berpisah dengan bulan yang penuh berkah, yakni bulan Ramadhan, sekarang hanya tinggal tinggal beberapa hari lagi kita akan bertemu lagi dengan bulan tersebut. Pertanyaannya, apa yang sudah kita persiapkan untuk menyambutnya?

Berikut ini adalah beberapa sikap terpuji yang dilakukan para ulama sholeh terdahulu dalam menyambut bulan suci Ramadhan yang pantas diteladani:
Pertama, kita harus menyambut Ramadhan dengan kegembiraan dan kebahagiaan.

Yahya bin Abi Katsir meriwayatkan bahwa orang-orang salaf terdahulu selalu mengucapkan doa: “Ya Allah sampaikanlah aku dengan selamat ke Ramadhan, selamatkan Ramadhan untukku dan selamatkan aku hingga selesai Ramadhan”.

Sampai kepada Ramadhan adalah kebahagiaan yang luar biasa bagi mereka, karena pada bulan itu mereka bisa mendapatkan nikmat dan karunia Allah yang tidak terkira.Tidak mengherankan jika kemudian Nabi saw dan para sahabat menyambut Ramadhan dengan senyum dan tahmid, dan melepas kepergian Ramadhan dengan tangis.

Kedua, dengan fikriyah. Ibadah puasa mempunyai ketentuan dan aturan yang harus dipenuhi agar sah dan sempurna. Sesuatu yang menjadi prasyarat suatu ibadah wajib, maka wajib memenuhinya dan wajib mempelajarinya. Ilmu tentang ketentuan puasa atau yang sering disebut dengan fikih puasa merupakan hal yang wajib dipelajari oleh setiap muslim.

Ketiga, dengan doa. Bulan Ramadhan selain merupakan bulan karunia dan kenikmatan beribadah, juga merupakan bulan tantangan. Tantangan menahan nafsu untuk perbuatan jahat, tantangan untuk menggapai kemuliaan malam lailatul qadar dan tantangan-tantangan lainnya. Keterbatasan manusia mengharuskannya untuk selalu berdo’a agar optimis melalui bulan Ramadhan.
Empat, dengan tekad dan planning yang matang untuk mengisi Ramadhan dengan cermat dan optimis untuk meningkatkan kualitas ibadah kita di bulan Ramadhan.

Kelima, Persiapan Ruhiyah dan Jasadiyah. Rasulullah SAW dan orang-orang shalih tidak pernah menyia-nyiakan keutamaan Ramadhan sedikitpun. Rasulullah dan para sahabat memperbanyak puasa dan bersedekah pada bulan Sya’ban sebagai latihan sekaligus tanda kegembiraan menyambut datangnya Ramadhan.

Keenam, Persiapan yang harus kita perhatikan menyongsong bulan Ramadhan adalah persiapan maliyah/ materi atau finansial. Persiapan materi di sini tidak dimaksudkan untuk membeli kebutuhan berbuka dan sahur yang mewah dan mahal bahkan kadang terkesan berlebihan. Tapi finansial/materi yang diperuntukkan untuk menopang ibadah sedekah dan infak kita. Bulan Ramadhan merupakan bulan muwaasah (bulan santunan, pelipur lara). Sangat dianjurkan memberi santunan kepada orang lain, betapapun kecilnya. Semoga Ramadhan yang sebentar lagi tiba kan senantiasa menyertai kita, sehingga kita bisa menyambutnya dengan penuh pengharapan akan keridhoan Allah swt. .

Hasbunallah wani`mal wakil

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *