Home / Opini / Milenial harus Melek Koperasi, Jadikan Koperasi sebagai Penyeimbang System Ekonomi Kapitalisme
IMG-20200109-WA0052

Milenial harus Melek Koperasi, Jadikan Koperasi sebagai Penyeimbang System Ekonomi Kapitalisme

Oleh : H. MURJANI, SE., MM
(Fraksi Gerindra DPRD Kota Tasikmalaya)

Sering kita dengar bahwa Koperasi sebagai Sokoguru Perekonomian Indonesia, masihkah ? Kita persempit pembahasan khusus kota Tasikmalaya yg memiliki sejarah penting perkoperasian. Komisi II DPRD Kota tasikmalaya bulan Des 2019 melakukan rapat kerja dengan Dekopinda. Waktu itu kita menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman Perkoperasian di Kota Tasikmalaya.

Contoh Serius adalah Pengurus Koperasi identik Tua2 dan sedikit yg paham kondisi saat ini era digitalisasi. Bagaimana dampak saat ini karena kita berada di zaman Revolusi Industri 4.0 yg menerapkan konsep automatisasi yang dilakukan oleh mesin tanpa memerlukan tenaga manusia dalam pengaplikasiannya.

Anggota Komisi II H. Murjani, SE., MM dari fraksi Gerindra berharap Millenial Tasikmalaya harus tahu sejarah dan betapa potensinya Koperasi ini bisa partisipasi utk ikut serta dalam mensejahterakan rakyat yg saat ini perlu Partispasi Generasi Millenial

Sejarah Koperasi:
Kita kenal Bung Hatta adalah Bapak Koperasi Indonesia, namun koperasi diperkenalkan di Indonesia tahun 1886 oleh Patih R. Arya Wiryaatmaja dengan tujuan menolong rakyat dari hisapan lintah darat dgn Koperasi, dengan bantuan asisten residen Purwokerto mendirikan Hulp-enSpaar bank yang saat ini dikenal Bank BRI. Pada tgl 7 april 1915 Pemerintah Belanda mendirikan koperasi Bersuit No. 431 sehingga rakyat Indonesia tdk bisa mendirikan Koperasi karena harus memenuhi syarat (Harus ijin dari gubernur jendral, Akta dibuat dgn perantaraan Notaris & dgn bahasa Belanda, Ongkos materai 50 golden, Hak tanah harus ikut hokum eropa, Harus diumumkan di Javasche Courant, yg biaya juga tinggi ).

Pada tahun 1927 Pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan Perkoperasian No 91 tahun 1927 yg lebih ringan ( Tidak perlu notaris cukup didaftarkan pada penasehat Urusan Kredit rakyat & bisa ditulis dgn bahasa daerah, Ongkos materai 3 golden, Hak tanah bisa menurut hokum adat, Berlaku untuk orang Indonesia Asli yg mempunyai hak badan hukum secara adat )

Nah,,, pada masa penjajahan jepang koperasi mempunyai nasib lebih buruk, Kantor Pusat jawatan Koperasi diganti Syomin Kumiai Cou Jomusyo & Kantor daerah diganti menjadi Syomin Kumiai Saodandyo, dgn kata lain masa penjajahan jepang bisa dikatakan mati. Pada tahun 1947 Pemerintah Indonesia melakukan kongres yg pertama di KOTA TASIKMALAYA dan menghasilkan keputusan yaitu: Mendirikan Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia ( SOKRI ), Menetapkan Gotong royong sebagai azas Koperasi, Menetapkan 12 Juli sbg hari Koperasi.

BACA JUGA   DPD PSI Tasikmalaya Siap Sukseskan H Oleh Soleh

Konggres ke II 15 juli 1953 di Bandung menghasilan : SOKRI menjadi Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN ), Dijadikan mata pelajaran di sekolah, Mengangkat Moh. Hatta menjadi bapak Koperasi Indonesia, Segera akan dibuat Undang2 Koperasi yg baru.

Saat ini di Indonesia sekitar 152,000 koperasi aktif, utk Kota Tasikmalaya ada 622 Koperasi & yg yg aktif ada 296 serta yg melakuakn RAT hanya 175 Koperasi ( Sumber Dekopinda ), Untuk Koperasi dijadikan Pilar Ekonomi bangsa masih banyak kendala dan saya piker perlunya minat & campur tangan generasi Milenial sbg penerus karena harus berubah untuk menghadapi era digitalisasi.
Salah satu yg harus diperhatikan menurut Murjani harus Pemetaan/ mengelompokan bidang usaha dan potensi koperasi berdasar Bentuk dan jenis usaha.

Contoh Koperasi Konsumen, koperasi beranggotakan para konsumen dengan menjalankan kegiatannya jual beli menjual barang konsumsi, nah cari satu yg potensial + satu yg hampir mati untuk dijadikan pilot project melalui focus pendampingan oleh Dekopinda dan Dinas UMKM damping sampai sukses sehingga ketemu dan kita jadikan Pola utk dicontoh koperasi lainya. Saya memiliki gagasan bahwa Koperasi Konsumen ini bisa bergerak di bidang Pasar Modern Mini Market dengan Nama Komira ( Koperasi Milik Rakyat ) yg hari ini Market Sharenya dikuasasi oleh Indomaret dan Alfamart. Nanti strategy Marketingnya akan sy buat setelah gagasan ini diterima.

Minggu lalu Komisi II Raker dengan Dinas UMKM & Murjani sangat menyambut baik karena sudah memproyeksikan dgn Kementrian Koperasi & Pemprov rencana Revitalisasi Monumen Tugu Koperasi & Gedung Pusat koperasi Kota atau Kab. Tasikmalaya (PKKT) di jl. Moch Hatta Kota Tasikmalaya dengan rencana anggaran 200 M dari kerja sama dukungan Koperasi Perkasa ( Bukan Anggaran APBD ) dgn bertujuan:
 Untuk mendorong pemerintah daerah agar kreatif menjadi tempat kunjungan wisata
 Jadi Wadah gerakan dan Badan Usaha bersama yang mandiri dan modern.
 Adanya Destinasi wisata baru dalam bidang koperasi di Kota Tasikmalaya karena diharapkan akan menjadi Ikon koperasi nasional, outputnya sumber PAD,
Saya yakin gagasan besar ini bisa mengembalikan kejayaan Koperasi di Kota Tasikmalaya

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *