Home / Peristiwa / KTNA Kupas Rencana Aksi Pemulihan Aliran Sungai Ciwulan
IMG-20210105-WA0055

KTNA Kupas Rencana Aksi Pemulihan Aliran Sungai Ciwulan

Kota Tasikmalaya, tasikzone.com-para penggiat Konservasi sungai yang di inisiasi oleh Republik Aer mengadakan pertemuan terkait ide dan Gagasan persiapan ekpedisi pengarungan monitoring sungai Citanduy yang akan dilaksanakan Lusa Depan, pertemuan tersebut di adakan di di Ruang Ide Foodsta, Selasa (05/01/2020)

Kontak Tani Nelayan Andalan Indonesia (KTNA) Kecamatan Kawalu, dalam pertemuan mengupas rencana aksi kepedulian terhadap pemulihan aliran sungai ciwulan yang sampai saat ini kualitas air nya semakin buruk, dan memerlukan perhatian dari semua pihak.

Merujuk Surat Edaran dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil No. 210/KH.06/Rek tentang Pelaksanaan Gerakan Pemulihan Daerah Aliran Sungai di tingkat Desa per tanggal 29 Desember 2020 Ketua KTNA merasa terpanggil dimana Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) merupakan organisasi masyarakat sebagai wadah musyawarah petani-nelayan dan sebagai mitra kerja pemerintah dalam pembangunan pertanian.

“Sesuai dengan fungsi tersebut, kelompok KTNA diarahkan untuk mampu berperan meningkatkan dan mengembangkan potensi sumber daya air, termasuk potensi daerah aliran sungai, karena daerah aliran sungai sangat erat sekali kaitannya dengan pertanian” Ucap Agus Syahroni

Selain itu KTNA juga berperan penting untuk dapat bersinergi menampung aspirasi masyarakat untuk bersama sama mensosialisasikan kebijakan pemerintah termasuk surat edaran gubernur ini, bahkan bersinerginya kami dengan rekan rekan para penggiat relawan Konservasi sungai ini sudah mendapat dukungan dari beberapa anggota DPRD Kota Tasikmalaya terutama di Komisi IV.

“Satu program bersama yang ditawarkan untuk pemulihan daerah aliran sungai ini selain aksi bersih sungai adalah penanaman pohon aren” Tambahnya

Karena pohon Aren memiliki kemampuan dan fungsi menyimpan air yang tinggi sehingga sangat cocok untuk tanaman tanaman konservasi, ini ditunjukkan bahwa pohon aren banyak dijumpai di lokasi yang berbukit di bantaran sungai yang rawan bencana alam seperti tanah longsor dan pohon aren juga bisa menghambat erosi serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

BACA JUGA   Warga Banjarsari Digegerkan Mini Bus Nyemplung Ke Sungai

“Jadi warga sekitar sempadan sungai kelak bisa menjadi pengolah air nira (lahan air sadapan pohon aren) yang dapat diolah menjadi gula untuk konsumsi pasar bahkan bisa diolah menjadi gula cair atau gula semut yang harga pasarnya cukup tinggi” Bebernya

Sempadan sungai ciwulan terhampar yang masuk ke wilayah kecamatan kawalu meliputi adalah wilayah Kelurahan Cibeuti, Tanjung, Leuwiliang dan urug memiliki panjang kurang lebih 15 Km dan bisa di tanami kurang lebih 1600 pohon dengan jarak 9 meter, dan penanamannya ini bisa memberdayakan rekan rekan kader konservasi sungai ini sedangkan teknis pemeliharan kami memiliki taruna tani yang ada di setiap bantaran sungai.

Di sela sela meeting tim Ahmad Tazaka Bonanza memberikan apresiasi atas sinergitas program ini, kita sama sama berjuang untuk menciptakan pemulihan sungai ciwulan saat, KTNA di sisi penanaman dan kami disisi aksi pungut sampah serta solusi pengolahannya yang insyaalloh kami akan hibahkan mesin pengolah sampah (incenerator) serta metode system pemberdayaan bagi masyarakat leuwibudah sebagai lokasi yang menjadi terminal tempat bermuaranya sampah dari hulu sungai ciwulan, dan berharap ini menjadi satu pilot project untuk kelurahan tanjung, ujarnya

Pada kesempatan tersebut hadir Ashmansyah Timutiah selaku Seniman dan Budayawan Tasikmalaya, Wakil Ketua KNPI Jawa Barat, Aktivis Forum Komunikasi Pecinta Alam Tasikmalaya, Wanapala Tasikmalaya, Khaniwata Universitas Siliwangi, Mapala Kamapala STIA Tasikmalaya, Indonesian Riverboarding, Pengurus Cabang Federasi Arung Jeram Kota/Kabupaten Tasikmalaya, ketua Karang Taruna Kota Tasikmalaya dan 4 karang taruna kelurahan di wilayah bantaran sungai Ciwulan HZ mendapat.(rian)

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!