Home / Peristiwa / Keluarga Menduga Ada Kejanggalan, Polres Tasikmalaya Akhirnya Otopsi Warga Yang Meninggal Di kolam Ikan
IMG-20211005-WA0000

Keluarga Menduga Ada Kejanggalan, Polres Tasikmalaya Akhirnya Otopsi Warga Yang Meninggal Di kolam Ikan

Kabupaten Tasikmalaya, tasikzone.com –
Keluarga Korban yang tertimpa Gubuk Di Kolam yang berada di Kampung Cisosopan, kecamatan Sukarame, menganggap Adanya Kejanggalan dari Kematian Keluarganya.

Akhirnya keluarga Korban Melaporkan Kejanggalan ini kepada Kepolisian, dan Mayat Korban segera dilakukan Otopsi.

“Sejumlah kejanggalan tersebut yakni adanya bekas luka bakar seperti tersengat api di tangan sebelah kiri. Ditambah lagi, korban tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Korban pun tidak ditemukan luka lebam di bagian tubuhnya layaknya orang yang tertimpa benda keras (saung).”Kata Yana Suryana, Perwakilan Keluarga Korban. Senin (04/10/2021)

maka pihaknya menduga jika korban tewas tersengat aliran listrik. Namun pihaknya tidak bisa mendahului hasil otopsi kepolisian.

“Jadi kami ada dugaan kalau korban bukan tewas tertimpa saung tapi ada sengatan listrik. Tapi kami tidak mau mendahului keputusan polisi. Makanya kami minta diotopsi agar tidak simpang siur. Alhamdulillah Respon polisi baik.”tambah Yana Suryana.

Sementata itu Kerabat korban lainya menduga korban terkena jebakan Listrik yang terpasang di Kolam pembibitan Ikan. 

“Menurur informasi yang masuk kesaya dari banyak warga. Dikolam itu ada jebakan listrik biar gak dicuri ikanya.”Kata Oleh.

Atas dasar Laporan dari Keluarga, Satreskrim Polres Tasikmalaya melakukan pembongkaran dua makan warga di Desa Sukarapih dan Desa Wargakerta Kecamatan Sukarame Kabupaten Tasikmalaya. Upaya ini dilakukan untuk melakukan otopsi serta mencari penyebab pasti kematian dua warga tersebut. Dimana pada Selasa (28/9/2021) lalu ditemukan tewas mengambang dan tertindih bangunan gubuk (saung) kolam pembibitan ikan di Kampung Sosopan Desa/Kecamatan Sukarame Kabupaten Tasikmalaya. 

BACA JUGA   Ribuan Santri Datangi Indomaret Manonjaya

Proses otopsi yang melibatkan dokter forensik RS Polri Sartika Asih Bandung ini mendapatkan pengawalan ketat anggota kepolisian. Sejumlah warga dan keluarga korban nampak menyaksikan proses otopsi meski dari jarak jauh. 

“Jadi otopsi yang kita lalukan ini guna memastikan penyebab kematian dari dua warga tersebut. Karena dari informasi keluarga dan masyarakat, ada kejanggalan akan kematian korban. Kita dalami dan pastikan bersama dokter forensik,” jelas Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Hario Prasetio Seno. 

Lanjutnya, terdapat dugaan keluarga jika kematian Dadan (35) dan mertuanya Usup (70) meninggal akibat tersengat aliran listrik di lokasi kolam ikan. Maka dari itu, polisi memastikan apa benar keduanya meninggal akibat sengatan listrik atau memang akibat tertimpa bangunan saung yang roboh. 

“Hasil otopsinya nanti menentukan apakan korban tewas tertimpa saung atau ada sengatan listrik. Tunggu saja yah penyelidikanya.”Kata Hario.(rian)

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!