Home / Inspiratif / H. Murjani Bersama Gapoktan Ajak Kaum Milenial Kembangkan Pertanian
IMG-20200711-WA0005

H. Murjani Bersama Gapoktan Ajak Kaum Milenial Kembangkan Pertanian

Kota Tasikmalaya, tasikzone.com-Generasi muda atau kaum milenial harus terus dipupuk minatnya dalam bidang pertanian karena sektor pertanian ini peluang menjadi wirausaha menjanjikan sebab dari 10 komoditas tiap tahun Kota Tasikmalaya masih kekurangan dan masih mendatangkan dari luar kota.

artinya demand lebih tinggi dibanding supply. Apalagi digarap oleh kalangan muda yang akrab dengan dunia digital, garapannya nanti bisa dipadukan dengan pendekatan digital.

Dikatakan H. Murjani, SE, MM
Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Fraksi Gerindra / Komisi II melalui Pesan WhatsApp yang diterima Wartawan, Sabtu (11/06/2020)

“Saya yakin generasi muda bisa sukses dengan mengembangkan pertanian, Kita jangan focus bahwa bertani itu identik dengan sawah yang kita kerjakan harus kotor kotoran dengan tanah dan air. Bisa kok kita mulai betani sayur organik dengan system hidroponik satu bulan panen”Kata H Murjani

Lanjut Murjani, ini marketnya menjanjkan dan kota tasik selama ini 90% di pasok dari Kab Garut. Saat ini dirinya sedang kembangkan bersama Milenial system hidroponik yang 3 minggu lagi panen untuk saya jadikan percontohan dalam mengambil ceruk pasar yg saat ini sangat menjanjikan ini.

“Mitra Usaha Binaan saya yang sedang saya konsep. Nanti semua pasar modern harus prioritaskan menjual produk lokal Sayur organik system hidroponik ini, termasuk Horeka. Waktu dekat saya akan diskusi dengan PHRI, jadi Hotel Restauran dan kafe bisa jadi marketnya Itu yang saya katakan dalam pertemuan 2 jam di Talagasari Kawalu kamis 9 juli 2020 dengan gapoktan”tambah Murjani

BACA JUGA   ASN Bolos Kerja Langsung Dilaporkan Ke Kemenpan RB

Karena pertanian merupakan sektor paling menjanjikan dalam pengembangan ekonomi. Sebab sektor ini paling mampu bertahan di masa sulit, termasuk saat wabah pandemi Covid-19 juga krisis 1998 yang lalu. Namun selama ini garapan sektor tersebut masih didominasi oleh kaum tua. Saya berharap Gapoktan bisa mengajak kaum milenial untuk terjun sebagai regenerasi
Ini membuktikan bahwa sektor pertanian sangat potensial untuk dikembangkan di segala kondisi termasuk saat ini di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan menyongsong berjalanya program Pemkot Tasikmalaya Smart City menuju era digital.

Selain itu permasalahan Gapoktan adalah masih banyaknya lahan hanya bisa 1 kali panen karena irigasi / pengairan yang tidak lancer hanya mengandalkan musim hujan seperti di Karsamenak, Talagasai, Cicariang & Tanjung. Dalam diskusi tersebut juga kita bahas beberpa hal seperti alat pertanian yg dibarukan, bibit unggul padi Gogo, struktur tanah, Kartu tani serta ada masukan bagaimana kalau gapoktan dijadikan sebagai penyalur pupuk subsidi ke semua anggotanya. Yang tidak kalah menarik bahwa kita bahas paska panen hasil pertanian yg tidak selalu untung karena tidak ada kepastian harga.

Kedepan akan kita bahas lagi hasil olahan yang saat ini ada masih sulit menjualnya. Jadi harus kita edukasi bagaimana membuat penawaran yang dahsyat atau model marketingnya seperti produk olahan usaha mikro Dendeng Daun Singkong serta jamur kita selaraskan dengan perda Usaha Mikro sebentar lagi terbit karena saya juga sebagai salah satu pimpinan pembahas Pansus Usaha Mikro.(rian)

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!